Generasi Milenial, Kemkominfo: Masyarakat Papua Jangan Termakan Berita Palsu

Manokwari – “Saat ini, sangat banyak orang – orang yang menyebarkan informasi  palsu (hoax) melalui media sosial. Bukan rahasia lagi, bahkan membuat tim supaya informasi palsu tersebut tersebar kebanyak orang” hal ini disampikan Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si., Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik KOMINFO dalam pembukaan kegiatan Workshop Generasi Positif Thinking.

Kegiatan Workshop Generasi Positif Thinking yang dilaksanakan oleh PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ini bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan dilaksanakan pada tanggal 5-6 April 2018 di Kampus Universitas Papua.

“Kita harus sama – sama memerangi hoax dengan cara mengecek kebenarannya,”sambungnya.

Menurut Niken, Hoax ini adalah salah satu virus besar yang mengancam keutuhan kita dalam berbangsa ini. Sehingga kita harus cegah dengan cara apapun supaya bangsa kita ini tidak terpecah belah.

“Kami berharap kader – kader GMKI supaya menyuarakan “stop informasi hoax” kepada lingkungan dan khususnya seluruh rakyat Papua,” tandasnya.

Niken menambahkan, saat ini Kemkominfo RI sudah memiliki alat Aktivisual Intelijen Sistem (AIS) yang mampu mendeteksi dan melacak sumber utama penyebaran hoax. Bagi informasi hoax yang terdeteksi, maka akan langsung dilaporkan ke polisi untuk segera ditindak lanjuti.

Kita tahu, bahwa ada UU yang mengatur hukuman bagi pelanggaran UU IT tersebut. Maka dari itu kita sebagai pemuda bangsa harus sama – sama menjaga keutuhan dalam berbangsa di Indonesia ini.

Sementara itu, Jumady Sinaga ketua bidang Media Komunikasi dan Informasi PP GMKI mengatakan, pemuda adalah pembawa kemajuan bagi Negara ini. Maka dari itu kita harus memberikan kejujuran kepada publik dan jangan pernah menyebarkan informasi palsu.

“Kita tidak membuat informasi hoax dan tidak menyebarkan hoax, berarti kita telah menjaga keutuhan berbangsa ini,”sambung Jumady.

“Dalam hal ini, GMKI yang tersebar di 34 Provinsi dan mempunyai 91 cabang komitmen dan siap menjadi mintra kominfo dalam memerangi hoax,” tandasnya.

Dalam kegiatan workshop ini, PP GMKI mengundang Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (Agustinus Eko Rhardjo dan Alios Wisnuhardana) menjadi pemateri dan sekaligus sebagai trainer menulis.

Leave a Comment

Your email address will not be published.