Hoax Semakin Marak, GMKI Pekanbaru: Kita Harus Lawan

Pekanbaru – Situasi dunia maya yang semakin canggih, berbanding lurus pula dengan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan palsu tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu,” hal ini disampaikan Perwakilan Pekanbaru Smart Community (PASTY) dalam diskusi yang digelar GMKI Pekanbaru di Skeretariat (16/4/18

PASTY mengatakan, berita palsu seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita palsu.

“Oleh karenanya, apabila menjumpai berita dengan judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda,” Sambung PASTY.

Saat ini terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300.

Hal ini akan menjadi tantangan GMKI dalam menganalisi berita yang beredar supaya tidak termakan berita-berita yang provokasi.

“Cermati situs yang beredar,” tegas PASTY.

Keberimbangan sumber berita akan membantu kita dalam mengetahui kebenarannya. Sebaiknya kita harus mencari sumber lain lagi.

Di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks saja yang bisa dimanipulasi, tetapi konten lain berupa foto atau video juga dapat dipalsukan.

Cara mengecek keaslian foto bisa memanfaatkan mesin pencari Google dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

“Sebagai anak muda bangsa, jangan mudah terprovokasi dengan berita palsu,” tutup PASTY.

Leave a Comment

Your email address will not be published.