Nilai Budaya dan Agama Semakin Tergerus, GMKI Toraja Sampaikan Pokok – Pokok Pikiran

Toraja – Toraja dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisatawan. Toraja tidak dikunjungi oleh wisatawan lokal saja namun sejak lama telah menjadi tujuan wisatawan dari manca negara. Pesona alam Toraja tidak diragukan lagi, ini terbukti akhir ini berbagai spot baru telah ditemukan yang menjadikan semakin banyaknya alternatif bagi wisatawan yang berkunjung. Bukan segi alam saja yang menjadi daya tarik bagi wisatawan namun salah satu daya tarik yang tidak kalah menariknya bagi para wisatawan adalah budaya Toraja yang begitu unik bagi mereka. Selain itu yang membuat Toraja masih menjadi daya tarik dan tetap menjadi tujuan bagi para wisatawan yaitu karena masyarakat Toraja terkenal juga dari religiusitasnya, sehingga dari segi keamanan Toraja aman untuk dikunjungi.

Namun belakangan ini Toraja sedang menghadapi berbagai masalah yang telah menyebabkan terjadinya krisis yang sangat luas. Nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya mulai tergerus. Hal itu kemudian melahirkan krisis ahklak dan moral yang berdampak terjadinya ketidakadilan, pelanggaran hukum dan pelanggaran Hak asasi manusia. Dalam kerangka itu, diperlukan upaya kembali mewujudkan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya Toraja sebagai sumber etika dan moralitas serta spiritualitas untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan tercela serta perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia. Nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya Toraja yang merupakan identitas bagi masyarakat Toraja harus kita kembalikan ke Autensitasnya. Dimana nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya Toraja yang selalu berpihak kepada kebenaran dan menganjurkan untuk memberikan dampak yang positif. Langka-langka ini juga adalah merupakan tindakan preventif untuk mencegah setiap aksi dan tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku di Republik ini.

Degradasi moralitas telah membawa berbagai persoalan yang sedang menimpa masyarakat Toraja. Beberapa tindakan yang terjadi di Toraja ini sangat bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai budaya serta nilai agama, diantaranya penyalagunaan obat terlarang, prostitusi dan tindakan premanisme. Tidak menjadi rahasia umum lagi, bahwa Toraja sudah menjadi salah satu daerah meningkatnya peredaran narkoba, bahkan beberapa media belakangan ini mengabarkan bahwa adanya isu prostitusi yang mucikarinya diduga adalah oknum pejabat di Toraja. Selain itu baru-baru ini netizen dan masyarakat Toraja mengalami ketakutan karena telah terjadi tindakan premanisme (begal).

Berbagai macam persoalan Toraja yang dihadapi saat ini tentu harus diselesaikan dengan baik melalui proses pembangunan pemahaman agar terbangun kesadaran bersama segenap kalangan masyarakat. Terwujudnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya sebagai sumber etika dan moral serta spiritual untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan tercela, serta perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia. Toraja harus mampu melawan pengaruh-pengaruh atau tindakan yang negatif dengan memproteksi masyarakat Toraja melalui ketahanan moralitas dan spiritual yang tinggi. Setiap pengaruh dan tindakan negatif baik itu yang timbul dari dalam lebih khusus yang dilakukan oleh orang diluar Toraja harus kita tangkal secara bersama-sama. Toraja harus bebas dari tindakan permanisme, prostitusi dan beredaran narkoba. Saatnya Toraja kembali menjadi daerah destinasi yang sangat dirindukan oleh semua orang baik karena pesona alamnya yang luar biasa, budayanya yang sangat unik dan masyarakat yang ramah oleh karena menghidupi nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya.

Pada konteks ini, kami dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Toraja dalam menghadapi tantangan yang sangat krusial ini perlu ada kebijakan yang merupakan solusi penyelesaian persoalan-persoalan yang terjadi dalam kehidupan masarakat Toraja, agar memperkuat kembali persatuan dan kesatuan dan tatanan masyarakat yang telah menjadi ciri khas masyarakat Toraja. Oleh sebab itu, kami dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Toraja mengajak setiap lapisan masyarakat Toraja untuk menjadikan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai agama sebagai sumber etika kehidupan bermasyarakat dan mendukung para penegak hukum agar terus menegakan supremasi hukum secara konsisten dan bertanggungjawab, serta menjamin dan menghormati hak asas manusia.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Toraja yang merupakan mintra kerja kristis Pemerintah Daerah didua kabupaten yaitu Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara terus berupaya untuk membantu dan mendukung pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk kepentingan rakyat secara bersama-sama baik dalam bentuk pembangunan Sumber Daya Alam (SDA) terlebih khusus dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dari uraian pokok-pokok pikiran di atas, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Toraja menyatakan sikap, yaitu:

    1. Mengecam setiap tindakan yang telah merusak tatanan kehidupan masyarakat Toraja
    2. Menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Toraja untuk kembali menghidupi nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya sebagai sumber etika, moral dan spiritual.
    3. Mendorong dan mendukung pemerintah untuk terus membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak terhadap kepentingan masyarakat Toraja
    4. Mendukung dan mendorong pihak Kepolisian di Toraja untuk memberantas berbagai penyakit-penyakit sosial, serta penegakan supremasi hukum dengan mengedapankan tindakan preventif
    5. Menyampaikan kepada lembaga keagamaan dan lembaga kebudayaan untuk lebih bekerja keras dalam menyampaikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya kepada seluruh lapisan masyarakat Toraja.

Demikian pokok-pokok pikiran kami dan pernyataan sikap kami dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Toraja kiranya menjadi perhatian kita bersama.

Tinggilah Iman kita, Tinggilah Ilmu kita dan Tinggilah Pengabdian kita.

UT OMNES UNUM SINT

GMKI Cabang Toraja

Masa Bakti 2017-2019

Leave a Comment

Your email address will not be published.