Petugas Dapur Umum Kewalahan dan Kurang Istirahat, Tim Posko GMKI Ikut Bantu

Tigaras, Simalungun – Kebutuhan makanan selama operasi gabungan pencarian KM. Sinar Bangun cukup tinggi. Bahkan hingga menembus dua ribu porsi per waktu makan. Hal ini dituturkan oleh relawan GMKI, Siska yang ikut terjun di dapur umum.

“kebutuhan untuk makan cukup tinggi, sebab bukan hanya untuk petugas saja yang disediakan oleh dapur umum. Keluarga korban dan penjenguk juga diberi makan,” ungkap Siska (27/6).

Banyaknya jumlah masyarakat yang datang membuat petugas juga kewalahan karena jumlah tenaga dan petugas di dapur umum dinilai kurang.

Bapak Tambunan (TNI) mengatakan, kekurangan tenaga ini dikarenakan aktifitas memasak dilakukan hampir setiap jam. Hal inilah yang membuat petugas dapur umum kewalahan dan kurang istirahat.

“Tapi walaupun capek akan tetap memasak dan juga kita tidak menutup kemungkinan bagian dari relawan datang untuk membantu kita,” ujar Tambunan.

“Kondisi saat ini memang tidak bisa dipastikan berapa jumlah nasi yang di keluarkan oleh dapur umum, namun yang ada saat ini ini tergantung pembagian shift. Seperti pagi rata-rata 600, siang bisa melonjak hingga 1000 bungkus dan untuk malam biasanya sekitar 600 bungkus,” tambahnya.

Selama dilaksanakannya operasi gabungan pencarian korban KM. Sinar Bangun, hari ke 5 adalah jumlah tertinggi nasi didistribusikan, mencapai dua ribu porsi nasi bungkus. Hingga hari ke 10 pencarian, pantauan di dapur umum masih tetap beroperasi melayani kebutuhan makan. (Piki Pardede)

Leave a Comment

Your email address will not be published.