GMKI Palangka Raya Tolak Politik Transaksional di Musda KNPI Kalteng

Palangka Raya, GMKI – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Palangka Raya menolak dengan tegas praktek politik transaksional di dalam penyelenggaraan Musda KNPI Provinsi Kalimantan Tengah.

Ketua GMKI Cabang Palangka Raya, Novia Adventy Juran mengatakan pemuda harus tetap mempertahankan idialisme dan integritas nya dengan tidak ikut menjalankan praktik-praktik politik transaksional.

“Percuma kita bicara tentang keadilan dan kebenaran ketika kita masih menjalankan praktek-praktek koruptif dan suap menyuap untuk memperoleh kemenangan. Praktek sejenis ini adalah kegagalan kita dalam memahami proses demokrasi, kata dia melalui siaran pers yang diterima gmki.or.id di Jakarta pada hari Sabtu (1/9).

Menurut dia, saat ini KNPI sebagai organisasi kepemudaan harus bermetamorfosa sebagai rumah laboratorium kepemudaan, harus mampu menjadi pusat gagasan kaum pemuda untuk melakukan riset sosial, atas kebijakan di daerah.

“KNPI juga harus menjadi penyeimbang serta mampu memberi tawaran gagasan perubahan bagi pemerintah, sebab jika kita melihat KNPI sekarang KNPI hanya sebagai kelompok elit muda yang cenderung politis, padahal sebenarnya KNPI harus berada pada ruang-ruang sosial untuk membawa dan mrnghadirkan perubahan bagi kepentingan rakyat khususnya pemuda,” kata dia.

Dia juga mengatakan KNPI kedepannya harus menjadi wadah pergerakan dan perjuangan pemuda yang progresif dan militan yang tetap kritis dan konstruktif, dengan melakukan riset sosial tentang berbagai persoalan yang sedang menjadi pergumulan rakyat.

“Bukan menjadi lembaga yang sibuk bercengkerama dengan kekuasaan, lalu menjadikan nama rakyat dan nama pemuda sebagai alat politik semata untuk kepentingan nya,” tutup dia.

Leave a Comment

Your email address will not be published.