Sidang Pleno I Selesai, PP GMKI Siap Ciptakan Kader Nasionalis yang Kompetitif Menghadapi Era IR 4.0

Foto: Fungsionaris Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2018-2020. (GMKI/Medkominfo)

GMKI.OR.ID, Jakarta – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) masa bakti 2018-2020 telah selesai melaksanakan Pleno I, agenda utamanya adalah merumuskan program kerja dalam kurun waktu 2 (dua) tahun periode masa bakti dibawah kepemimpinan Korneles Galanjinjinay selaku Ketua Umum dan David Sitorus selaku Sekretaris Umum.

Sejak berdirinya pada tanggal 09 Februari 1950, GMKI memiliki visi dan tugas panggilan penting untuk ikut serta berperan dalam membentuk karakter mahasiswa yang beriman kepada Yesus Kristus dan berjiwa Nasionalis, yang pada akhirnya akan menjadi pemimpin-pemimpin yang ahli dan bertanggungjawab kepada gereja dan bangsanya.

Dalam rangka mencapai visi dan menjawab panggilan tersebut, sampai hari ini GMKI masih konsisten melakukan periodesasi, pengkaderan dan pembinaan-pembinaan mahasiswa dari pusat hingga ke daerah-daerah.

Pengurus Pusat GMKI sebagai tingkatan kepengurusan paling tinggi di organisasi senantiasa selalu siap memberikan terobosan-terobosan terbaik untuk di jalankan cabang GMKI yang menyebar di seluruh tanah air. Gagasan yang sebelumnya ditetapkan di Kongres XXXVI GMKI di Batu Tulis, Bogor yang disebut Garis-garis Besar Program dan Kebijakan Umum Organisasi (GBPKUO) itu lalu kemudian diterjemahkan dalam bentuk program-program kerja di Pleno I atau yang lebih umum dikenal rapat kerja.

Beberapa hal yang paling mendesak untuk dilakukan adalah mempersiapkan kader dalam rangka menghadapi tantangan zaman, kemajuan ilmu pendidikan, kemajuan teknologi dan informasi, yang terbaru adalah akan datangnya era Revolusi Industri 4.0.

Kemajuan peradaban zaman memaksa masyarakat untuk selalu meng up-grade kemampuan dan pengetahuannya lebih cepat, jika tidak akan tertinggal dan tidak mendapatkan manfaat apa-apa, namun justru akan menjadi korban dari kemajuan zaman itu sendiri, dan dampak yang lebih besar adalah hancurnya peradaban sebuah bangsa.

Hal inilah yang kemudian disadari GMKI secara nasional, bahwa harus ada perubahan pola gerak dan perjuangan dalam segala hal, baik dalam penerapan visi organisasi dan ataupun penenaman nilai-nilai kebangsaan dari yang sebelumnya konvensional dan lambat, menjadi lebih dinamis dan cepat dengan memanfaatkan teknologi. Eranya saat ini adalah era digital.

Dalam tubuh kepengurusan PP GMKI saat ini terdiri dari 7 (tujuh) bidang, masing-masing bidang memiliki fungsinya sendiri sebagai alat untuk mencapai visi organisasi. Salah satu bidang yang paling baru adalah bidang Ekonomi Kreatif, fungsinya sendiri tidak lain adalah untuk meningkatkan kemampuan kader-kader GMKI dalam bidang Ekonomi Kreatif, terutama di segmen ekonomi digital.

Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay dalam sambutan berharap agar semua program yang telah dirancang dapat dilaksanakan semaksimal mungkin, sehingga tercipta kader yang matang dalam ke-imanan, kokoh dalam pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, serta mampu bersaing menghadapi tantangan zaman di era kemajuan teknologi dan informasi yang begitu pesat.

“Sebagai organisasi dinamis, GMKI perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan kemajuan peradaban ilmu pemgetahuan dan teknologi, agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Semoga rancangan program yang sudah menjadi keputusan kita hari ini, dan yang akan kita pertanggungjawabkan dua tahun kedepan, bisa kita laksanakan dengan maksimal,” ungkap Korneles dalam sambutannya di akhir acara penutupan Sidang Pleno I PP GMKI yang dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih 3 (tiga) hari, dimulai pada Sabtu (17/11/2018) sampai dengan Senin (19/11/2018) bertempat di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat.

Penulis: Benardo Sinambela
Editor: Benardo Sinambela

2 Comments
  1. CHUHEHAS 3 weeks ago
    Reply

    Patut juga dilakukan uraian atas apa yg sudah program2 yg sudah terlaksana dan patut ditingkatkan kualitasnya dari periode kepengurusan yl, mengembangkan terobosan dalam rangka pengembangan program yang telah berjalan dan membangun program dan pola perwujudannya yang terukur dengan melibatkan ragam stakeholder yang kompeten baik di Pusat maupun daerah.

    • Medkominfo 3 weeks ago
      Reply

      Trimakasih masukannya bung.
      UOUS

Leave a Comment

Your email address will not be published.