Buka Tiga Konperensi Cabang, Ketum PP GMKI: Perkuat Basis di Wilayah III

Foto: Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay Bersama Peserta Konpercab GMKI Cabang Bandung. (GMKI/Medkominfo)

GMKI.OR.ID, Karawang – Diselenggarakan serentak pada tanggal 23, 24, dan 25 Oktober 2018, Ketua Umum PP GMKI Masa Bakti 2018 -2020, Korneles Galanjinjinay bersama 11 orang fungsionaris PP GMKI menghadiri dan membuka langsung tiga Konperensi Cabang di Wilayah III. Masing-masing adalah Konperensi Cabang (Konpercab) ke-43 GMKI Cabang Bandung, Konperensi Cabang (Konpercab) ke I GMKI Cabang Karawang, serta Konperensi Cabang (Konpercab) ke XV GMKI Cabang Sumedang. (23/11/2018).

Dalam rangkaian Koperensi Cabang serentak tersebut, Ketua Umum PP GMKI menyampaikan hal yang  senada dalam setiap sambutannya, yaitu mengenai 3 medan layan GMKI serta peran GMKI di dalamnya, yang memungkinkan  kader-kader GMKI terus berefleksi dan menyadari tugas dan peran pengutusannya di 3 medan layan tersebut. Korneles  juga menyampaikan agar menciptakan sejarah yang baik dengan menyiapkan kader yang siap didistribusikan di tiga medan layan GMKI yakni gereja, perguruan tinggi dan masyarakat.

“GMKI harus turut memainkan perannya di Indonesia sebagai warga negara NKRI, warga Gereja dan warga (komunitas) intelektual (Perguruan Tinggi), ketiga hal tersebut merupakan ruang gerak pelayanan dalam ber-GMKI,” ungkap Korneles dalam sambutannya dipembukaan Konpercab GMKI Cabang Bandung.

Foto: Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay Bersama Peserta Konpercab GMKI Cabang Sumedang. (GMKI/Medkominfo)

Seusai membuka Konpercab GMKI Cabang Bandung, Ketua Umum GMKI beserta rombongan PP GMKI beralih menuju Sumedang untuk menghadiri dan membuka Konpercab GMKI Cabang Sumedang. Dalam perjalanan tugas tersebut, Ketua Umum GMKI, Korneles Galanjinjinay berpesan agar GMKI Cabang Sumedang terus menciptakan sejarah yang baik dalam menyiapkan kader juga harus mendukung program-program yang akan dirancang Badan Pengurus Cabang.

“Peran GMKI sebagai organisasi mahasiswa di Sumedang penting untuk diperhatikan, sehingga program-program yang disusun tadi bisa menjadi garam dan terang bagi Gereja, Perguruan Tinggi, dan Indonesia, khususnya di Sumedang. Program yang baik adalah pelaksana program itu sendiri,” ungkap Korneles dalam sambutan pembukan Konpercab GMKI Cabang Sumedang.

Foto: Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay Bersama Peserta Konpercab GMKI Cabang Karawang. (GMKI/Medkominfo)

Dalam rangkaian perjalanan tugas terakhir, rombongan Pengurus Pusat GMKI juga menghadiri dan membuka Konpercab GMKI Cabang Karawang. Adapun GMKI Cabang Karawang merupakan cabang GMKI yang baru berdiri dan baru kali ini mengadakan Konpercab. Sebagai cabang baru, GMKI Cabang Karawang harus mampu melaksanakan tugas pelayanan GMKI di tiga medan layan. Hal itu di sampaikan pada sambutan pembukaan Konpercab GMKI Cabang Karawang.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum GMKI juga mengatakan bahwa sebagai cabang baru, GMKI Cabang Karawang sudah memiliki agenda rutin dua tahunan organisasi, membahas garis-garis besar program dan kebijakan umum cabang, kebijakan umum keuangan, struktur dan uraian tugas Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Karawang, pemilihan Ketua dan Sekretaris Cabang GMKI Karawang Masa Bakti 2018-2020 dan lain sebagainya.

“Ini merupakan langkah baru untuk melayani bagi rekan-rekan di GMKI Cabang Karawang, karena kita adalah organisasi pelayanan maka tugas selama 2 tahun mendatang adalah mengabdikan diri bagi gerakan ini,” tegasnya.

Beliau turut mengapresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kepengurusan baru GMKI Cabang Bandung, Sumedang dan Karawang, pada akhir rangkaian perjalanan tugas PP GMKI, Ketua Umum PP GMKI menambahkan bahwa sebagai organisasi perkaderan dan pelayanan di Wilayah III, yang melingkupi DKI Jakarta dan Jawa Barat, GMKI harus memperkuat basisnya sebagai gerakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, intelektualisme dan harus kritis terhadap kondisi sosial dan dinamika kebangsaan hari ini.

“Tentu dalam ber-GMKI saat ini, nilai-nilai nasionalisme sangat dibutuhkan, dimana persoalan yang paling fundamental untuk kebangsaan saat ini. Selain isu disintegrasi, kesenjangan ekonomi, ialah ancaman intoleransi,” ujar Korneles menambahkan.

Penulis: Yoshua Abib Mula Sinurat
Editor: Benardo Sinambela

Leave a Comment

Your email address will not be published.