Bertemu Menteri Koperasi dan UKM, GMKI Sampaikan Pesan Untuk Memajukan Koperasi Keumatan Gereja

Foto: PP GMKI Bersama Menteri Koperasi dan UKM, Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. (dok. Kementerian KUKM)

GMKI.OR.ID, Jakarta – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) diterima audiensi oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Bapak Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jln. H.R. Rasuna Said Kav. 3-4, Kuningan, Jakarta pada hari Selasa (12/2/2019).

Kedatangan rombongan PP GMKI M.B 2018-2020 yang dipimpin Ketua Umum Korneles Galanjinjinay disambut hangat oleh Menteri Koperasi dan UKM, Bapak Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang didampingi oleh Deputi Bidang Kelembagaan, Bapak Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si di ruang kerjanya, Lantai 8 Kantor Kementerian Koperasi dan UKM.

Pertemuan antara PP GMKI dan Bapak Menteri berjalan dengan suasana akrab dan hangat. Petemuan ini dimaksudkan untuk mejalin kerjasama, Kolabolari dan Sinergi antar lembaga. Terkhusus yang berkaitan dengan Koperasi, UKM, dan Wirausaha, serta kaitannya dengan Mahasiswa, Pemuda dan juga Gereja sebagai basis keumatan.

Ketua Umum PP GMKI M.B 2018-2020, Korneles Galanjinjinay juga menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Koperasi dan UKM atas dukungan dan partisipasinya dalam mendukung beberapa kegiatan yang dilakukan oleh GMKI.

“Pertama, kita menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi, karena sebelumnya ada beberapa kegiatan yang sukses karena dukungan dan bantuan melalui beberapa deputi,” ujar Korneles.

Pembentukan Koperasi dan Pelatihan Wirausaha di Cabang GMKI se-Tanah Air

Salah satu bentuk kongkrit pertemuan dengan Menteri KUKM, PP GMKI mencanangkan dan mendorong cabang-cabang GMKI yang menyebar di seluruh tanah air untuk membentuk Koperasi dan serius belajar berwirausaha lewat produk UKM, demi mendukung mewujudkan kemandirian keuangan cabang. Disamping itu, lewat latihan pembuatan produk UKM, para kader juga secara otomatis terlatih dalam hal produksi, distribusi dan pemasaran.

Sampai sejauh ini, beberapa cabang GMKI di tanah air dan juga beberapa kader telah melakukan praktek berwirausaha, namun kendala kemudian ditemui dalam hal jangkauan pemasaran, yang masih sebatas di tingkat lokal.

Hal lain menjadi kendala adalah permodalan. Sehingga diharapkan kedepan ada program, baik pemberian modal usaha dan pelatihan wirausaha, yang bisa menjawab persoalan ini. Terlebih di era digital dan virtual hari ini, Kementerian diharapkan mampu memberi pelatihan dan pembelajaran kongkrit kepada para pengusaha UKM, terkhusus para pemuda dan mahasiswa yang telah berani menggeluti dunia usaha sejak muda.

Melalui Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PP GMKI M.B 2018-2020, David Hangkam Sirait menyampaikan, agar pengembangan wirausaha kecil dan menengah lebih difokuskan, yaitu meliputi sertifikasi, pelatihan, pemdampingan, kontrol kualitas produk dan juga manajemen.

“Kami menargetkan setiap cabang memiliki unit usaha masing-masing, dengan begitu kader juga terlatih. Harapannya, kita bisa mendapat pelatihan manajemen dan sertifikasi, juga adanya kemudian pendampingan dan kontrol produk terhadap para pelaku usaha UKM,” pinta David sembari menjelaskan bahwa GMKI satu periode kedepan akan melakukan pelatihan-pelatihan wirausaha di 15 (lima belas) wilayah basis GMKI.

Kemenkop dan UKM Didorong Majukan Koperasi Keumatan Gereja

Indonesia adalah negara yang perekonomiannya disokong kurang-lebih 90% adalah dari Koperasi dan UKM. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Kelembagaan, Bapak Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si kepada PP GMKI saat pertemuan berlangsung.

Tak ketinggalan juga dengan Gereja, yang sejak lama telah menjalankan sistem koperasi –dikenal Credit Union (CU)— dalam membantu menmajukan taraf perekonomian para jemaatnya. Melalui koperasi, jemaat diharapkan bisa mendapat pinjaman modal usaha dengan bunga yang rendah dan bisa menyimpan uang dengan aman.

Hal inilah yang dipandang GMKI harus mendapat perhatian dan dukungan yang penuh dari Kementerian Koperasi dan UKM. Koperasi keumatan yang bisa berdampak nyata dirasakan oleh masyarakat hingga ke desa-desa terpencil.

Ketua Bidang Media Komunikasi dan Informasi PP GMKI M.B 2018-2020, Benardo Sinambela menyampaikan harapan diatas kepada Menteri, dengan harapan agar masyarakat di Desa bisa merasakan kehadiran negara dalam mendukung peningkatan perekonomian mereka.

“Sejak kecil, kita melihat orang tua kita sangat terbantu dengan adanya koperasi Gereja. Maka dari itu, kita juga dipesankan oleh beberapa Gereja, supaya Kementerian yang Bapak pimpin bisa melirik potensi tersebut. Bagaimana mereka dilatih dan dimodrenisasi pengelolaannya. Karena manfaatnya sangat berdampak bagi masyarakat kecil di desa,” ungkap Benardo.

Foto: Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay Bersama Menteri KUKM, Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. (dok. Kementerian KUKM)

Menanggapi beberapa hal diatas yang disampaikan PP GMKI, Menteri KUKM menyampaikan terimakasih, karena telah mendapat masukan dan buah pemikiran dari para anak muda.

“Kita sangat berterimakasih kepada anak-anak muda, teman-teman mahasiswa yang telah memeberi masukan. Jujur, itu memang sangat kita butuhkan,” jelas Bapak Pupayoga.

Menteri KUKM menjelaskan bahwa tidak mudah menjadi wirausahawan, karena tidak ada yang tiba-tiba jadi sukses tanpa proses. Harus siap jatuh bangun, tahan banting. Harus pintar melihat peluang, terlebih di era Revolusi Industri 4.0. Siapa yang punya kemampuan, pasti dia akan maju dan berhasil.

“Jangan kira gampang jadi wirausaha, enak-enak aja jadi enterprener. Dengan revolusi industri 4.0, kini peluang berwirausaha semakin terbuka bagi yang berkemampuan,” kata Pak Puspayoga menambahkan.

Dalam hal pelatihan dan sinergi di daerah, Menteri KUKM menyarankan agar semua cabang GMKI bersinergi dengan dinas terkait di daerah Provinsi ataupun Kabupaten/Kota. Karena Kementerisan KUKM tidak lagi memiliki kantor di wilayah. Saat ini Kementerian KUKM hanya menjalankan fungsi regulasi, hingga merata kesemua daerah.

Persoalan yang terakhir, tentang Koperasi Keumatan di Gereja, Menteri KUKM sepakat dengan GMKI, bahwa Koperasi berbasis keumatan di Gereja perlu didorong agar lebih maju.

“Kami pikir, sepakat bahwa kita harus mendorong Koperasi berbasis keumatan, contohnya di Gereja. Itu bagus.” tutup Bapak Puspayoga.

Di akhir pertemuan, GMKI menyerahkan contoh produk kerupuk hasil produksi anggota GMKI Cabang Dumai yang diberi nama “Macaroni Kuy” dengan berbagai rasa. Pak Menteri KUMK mengapresiasi produk tersebut, dan mengaku bahwa produk tersebut enak.

“Enak! Rasa tak bisa dibohongi yah…” aku Bapak Puspayoga sembari menyarankan supaya kedepan bungkus dan kemasannya dipercantik, agar menambah daya tarik bagi pembeli.


Penulis: Benardo Sinambela
Editor: Benardo Sinambela

Leave a Comment

Your email address will not be published.