GMKI Batam Rayakan Paskah Bersama dan Penutupan Rumah Belajar di Pulau Paku

Perayaan Paskah GMKI Batam di Pulau Paku.

GMKI.OR.ID, Batam – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Batam kembali hadir di tengah masyarakat Pulau Paku dalam rangka Peringatan Hari Raya Paskah, Minggu (5/5/2019).

Perayaan Paskah tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti permainan serta kegiatan menghias telur bagi anak-anak. Kemudian pada puncak kegiatan dilaksanakan ibadah perayaan Hari Raya Paskah. Pada kegiatan itu pula Ketua BPC GMKI Batam, Denny Siallagan resmi menutup program Rumah Belajar yang sudah dimulai sejak 2 Maret 2019 sampai 27 April 2019 di pulau yang sama. Program rumah belajar ini dimaksudkan dalam rangka peningkatan pendidikan anak-anak yang tidak dan atau putus sekolah karena masalah ekonomi yang memprihatinkan.

GMKI Batam memilih Pulau Paku untuk melaksanakan Perayaan Paskah dan melaksanakan Program Rumah Belajar di Pulau Paku dikarenakan daerah tersebut adalah daerah yang sangat jauh dari perhatian pemerintah daerah Kota Batam, terkhususnya di bidang pendidikan.

Pulau Paku yang letaknya di Kelurahan Bulu, Kecamatan Bulang merupakan salah satu dari ratusan pulau yang terdapat di Kota Batam. Perjalanan menuju Pulau Paku memakan waktu tempuh kurang lebih 45 menit dengan menggunakan pompong dari Pelabuhan Sagulung. Keadaan masyarakat sekitar dengan mayoritas berkemampuan ekonomi kelas bawah, cukup mengiris hati. Setiap hari, mereka berjuang hidup dari perolehan hasil laut yang pas-pasan. Keadaan ini diperparah dengan banyaknya anak usia sekolah yang belum menyentuh bangku pendidikan atau bahkan putus sekolah karena kemiskinan. Salah satu faktor banyaknya anak yang tidak atau putus sekolah adalah akses yang sulit, sehingga biaya trasportasi laut menuju sekolah yang terbilang tinggi bagi masyarakat disana.

Rumah Belajar GMKI Batam di Pulau Paku.

Menurut UU No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 Angka (18) dinyatakan bahwa wajibbelajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggungjawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan dalam Pasal 6 angka (1) dinyatakan pula bahwa setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.

Dengan dasar di atas, sudah seharusnya Pemerintah Daerah memberikan jaminan bagi anak-anak Pulau Paku untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan mereka yang di perkotaan, karena pendidikan adalah hak mereka.

Dalam rangka untuk mendorong semangat anak-anak belajar, dan melihat kebutuhan pendidikan di masyarakat Pulau Paku yang sangat mendesak, maka GMKI Batam mengadakan Program “RUMAH BELAJAR” dengan mengikut sertakan partisipasi aktif kader GMKI Batam, baik yang telah menyelesaikan studi sarjana maupun yang masih dalam proses perkuliahan.

Kegiatan rumah belajar GMKI Batam dititik beratkan pada pengajaran baca dan tulis kepada anak-anak putus sekolah, membahas ulang materi pelajaran di sekolah bagi mereka yang sudah bersekolah. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk masa depan yang lebih baik.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Pemerintah Daerah dalam hal ini Kota Batam sesegera mungkin menangani masalah pendidikan di Pulau Paku. GMKI Batam senantiasa akan selalu aktif mengawal terwujudnya keadilan dan pemerataan pendidikan bagi segenap warga negara yang ada di Kota Batam.


Penulis: Denny Siallagan
Editor: Benardo Sinambela

Leave a Comment

Your email address will not be published.