Kentongan Banyumas Buka Seminar dan Pelatihan Jurnalistik GMKI Nasional

Gun Gun, Staff Kominfo membuka Seminar dengan Kentongan Banyumas

GMKI.OR.ID – Purwokerto. Mengangkat Tema: “Pemuda dalam Pusaran Transformasi Digital”, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) mengadakan Seminar dan Pelatihan Jurnalistik Nasional Angkatan Pertama di Gedung KORPRI Purwokerto.

Dengan diiringi musik dan tarian khas Kentongan Banyumas, Gungun Siswandi, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Buka Rangkaian Pelatihan Jurnalistik GMKI Nasional . Gungun Siswandi dalam sambutannya mengatakan bahwa siapa menguasai informasi akan menguasai dunia, untuk menggambarkan vitalnya peran informasi bagi kehidupan manusia.

“Saat ini, kebutuhan pokok manusia tidak hanya sandang, pangan, dan papan, tetapi juga informasi, dengan kata lain, manusia nyaris tak bisa hidup tanpa tersedianya informasi”, kata Gungun Siswandi.

Menghadirkan Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dan Mantan Anggota Komisi Publik dan Hukum DPR RI, Firman Jaya Daeli, sebagai narasumber, dengan dimoderatori oleh Ketua Bidang Media Komunikasi dan Informasi (Kabid Medkominfo) PP GMKI, Seminar Nasional ini berhasil menarik antusias audiens untuk membahas peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa dalam era transformasi digital.

Sadewo Tri Lastiono menyinggung persoalan perpecahan Bangsa Indonesia oleh beberapa oknum belakagan hari ini. Sadewo mengatakan bahwa di Banyumas sendiri juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya adalah pemberantasan aliran radikalisme yang masuk ke sekolah-sekolah.

“kita pemda juga fokus kepada paham radikalisme, banyak sekolah yang sudah kita lakukan program pendidikan dini untuk mengenal bahaya paham radikalisme.”, kata Sadewo.

Sementara itu, membahas lebih jauh tentang keamanan dan penegakan hukum, Firman Jaya Daeli menekankan pentingnya Indonesia memiliki kemandirian teknologi informasi demi terciptanya kedaulatan Indonesia. Beliau mengistilahkan “every click matters”, bagaimana masyarakat, khususnya pemuda, diharapkan menjadi pengguna teknologi informasi yang bijak.

“pemuda sebagai pengguna terbesar teknologi informasi diharapkan mampu menjadi agen-agen pemersatu, bukan malah menjadi pelaku penyebaran berita bohong (hoax) hingga melakukan tindakan makar”, kata Firman.

Leave a Comment

Your email address will not be published.