GMKI bersama Cipayung plus Jawa Barat gelar diskusi tentang”Peran serta Organisasi mahasiswa dalam menghadapi intoleransi radikalisme teroris di kampus Jawa barat.”


GMKI, PMII, PMKRI, IMM, HIKMAHBUDHI, dan KMHDI diundang menjadi narasumber dalam diskusi webinar yang diselenggarakan oleh Forum Kebangsaan Bandung (FKB) dan Alumni Jawa Barat Peduli Pancasila (AJPP).

Andreas Simanjuntak yang merupakan Koordinator Wilayah III PP GMKI berkata ada upaya penyebaran radikal ini dengan metode yang terstruktur, sistematis, dan masif di lingkungan kampus. Dimulai dari penguasaan ormawa intra kampus, mushola fakultas-fakultas, dan masjid utama di kampus-kampus.
Tahun 2018 itu, BIN mencatat ada 7 PTN dan Swasta yang terpapar radikalisme.

Andreas berpendapat bahwasannya peran ormawa dalam menghadapi isu toleransi di lingkungan kampus saat ini adalah organisasi ekstra maupun intra bersama sama bersedia untuk menanamkan secara komprehensif kepada segenap civitas Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta tentang kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, disertai dengan penguatan wawasan tentang nilai nilai dan falsafah pancasila, uud 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Andreas juga menambahkan ada 2 kebijakan pemerintah saat ini yang mencegah radikalisme serta memberi ruang buat organisasi mahasiswa khususnya kelompok cipayung plus untuk ikut serta mencegah penyebran radikal secara konkret. Pertama, pendirian kembali Badan Penanggulangan Ideologi Pancasila (BPIP) dan kedua adalah Permenristekdikti No. 55/2018 tentang pendiriat unit kegiatan mahasiswa (UKM) . Pembinaan Ideologi Bangsa (PIB).

Diharapkan dengan ruang yang diberikan sekarang teman teman mahasiswa dapat menjaga keberlansungan kampusnya dari penyebaran isu toleransi, radikalisme, dan terorisme di Jawa Barat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.