GMKI Mendorong Literasi Di Tingkat Desa


Gerakan Literasi Nasional atau Program Literasi Nasional yang dimulai pada tahun 2016 oleh Kemendikbud sebagai bagian dari implementasi dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. sampai hari ini belum menunjukan progres yang cukup signifikan secara Nasional. Dilihat dari data yang dirilis perpustakaan Nasional bahwa hasil Kajian Indeks Kegemaran Membaca yang dilakukan Perpusnas pada 2020 memberikan hasil minat baca Indonesia masuk dalam poin 55,74 atau sedang.

jika dilihat ini adalah sisi hilir yang akan berdampak ke banyak aspek yakni rendahnya daya saing, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), inovasi, pendapatan per kapita, hingga indeks kebahagiaan. Itu semua adalah fakta dan harus diselesaikan oleh berbebagai macam pihak dengan kolaborasi.

Sehingga merujuk hal tersebut Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia melakukan berbagai macam upaya untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.

Seperti di sampaikan oleh Sekretaris Fungsi Pendidikan Kader PP GMKI Alfons Ratukani saat menyerahkan buku-buku bacaan bagi taman baca anak “Ni Nggama Ni” di Desa Tanatuku Sumba Timur ” bahwa untuk membangun budaya literasi dan menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Gerakan Literasi  perlu terus diperkuat sampai ketingkat desa untuk menguatkan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik). “Juga merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan, melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental atau GNRM,” tutur Alfons.

Alfons juga menyampaikan bahwa PP GMKI Masa Bakti 2020-2022 lewat Cabang-cabang GMKI yang terdiri dari 104 cabang diseluruh Indonesia juga akan berupaya dengan cara masing-masing meningkatkan Literasi di wilayah masing-masing. PP GMKI juga akan berupaya membangun kerjasama dan  berkolaborasi dengan lembaga terkait dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan kebudayaan ataupun Perpusnas agar bersama-sama bergandengan tangan meningkatkan budaya literasi dimasyarakat lewat berbagai program yang sudah dicanangkan ataupun yang sudah dilakukan selama ini. Sehingga cita-cita bersama kita melalui Literasi bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia Unggul menuju Indonesia Emas di tahun 2024. Lanjut Alfons.

Leave a Comment

Your email address will not be published.