PP GMKI Tolak Impor Beras!!

Jakarta – Pengurus Pusat GMKI menilai pemerintah mengimpor beras sebanyak 1 juta ton adalah kebijakan yang keliru.

Ada beberapa alasan mengapa impor tersebut adalah hal yang keliru. Pertama, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa potensi produksi periode Januari – April 2021 mencapai 14,54 juta ton, naik sebesar 26,84% atau 3,08 juta ton dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kedua, bertentangan dengan seruan dari presiden Jokowi sendiri. Pada saat membuka Rapat kerja Nasional Kementerian Pertanian Perdagangan di istana Negara (4/3/2021), Presiden Jokowi menyerukan agar lebih mencinta produk dalam negeri. “Ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk luar negeri”. “Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta Barang kita, benci produk luar negeri. Sehingga betul betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia”.

Sejalan dengan itu, alasan ketiga, bahwa stok beras di Perusahaan umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) melimpah. Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan bahwa stok beras di gudang Bulog mencapai 8883.575 ton dengan cadangan Pemerintah (CBP) sebesar 859.877 ton, dan beras komersial 23.706 ton. Meski ada penyerapan di bulan april dan maret, cadangan beras masih melimpah, yakni di atas 1 juta ton untuk memasuki panen raya.
Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Jefri Gultom menegaskan bahwa GMKI Menolak kebijakan Impor Beras dikarenakan dampak dari dampak impor yang bisa saja mempengaruhi penjualan beras di kalangan petani.

“Berkaca pada fakta dan dampak dari impor tersebut, yang akan merugikan petani lokal, maka GMKI menyerukan untuk menolak kebijakan Impor beras ini” Tegas Jefri.

Leave a Comment

Your email address will not be published.