Pesan Jumat Agung dari Pengurus Pusat GMKI

Filipi 2:8: “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Pada hari ini, Jumat 2 April 2021, umat Kristiani sepanjang abad dan segala tempat merayakan Jumat Agung. Salah satu momen luhur dalam rangkaian Pekan Suci. Sebuah peringatan sakral bagi umat Kristen untuk mengingat-kembali jalan penderitaan dan kematian Yesus Kristus.

Dari masa ke masa, umat Kristen selalu memaknai Jumat Agung sebagai jalan salib, simbol pengorbanan Kristus. Ya, suatu peristiwa monumental yang menghendaki orang Kristen membuka ruang reflektif untuk terus memperkuat iman dan memperdalam keyakinannya kepada Kristus. Begitupun melalui aktivitas kesehariannya yang senantiasa diselimuti oleh sederetan tantangan dan permasalahan hidup.

Patutlah kita bersyukur karena sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk merayakan kehidupan serta menikmati anugerah yang diberikan Tuhan. Walaupun dalam pekan ini, kita dirundung duka pilu akibat aksi dari gerakan teroris yang memiliki niatan besar untuk merobek-robek tubuh persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, Indonesia.

Saat kita masih dikepung oleh Covid-19, kita dikagetkan oleh ledakan bom di depan Gereja Katedral Makasar dan aksi teror di Markas Besar Polri. Tatkala situasi kebatinan masyarakat Indonesia dalam proses pemulihan akibat serangan si makhluk renik tak kelihatan itu, ada saja makhluk Sapiens yang sibuk meracik bom untuk memporak-porandakan benteng fisik dan psikologis kita.

Sebagai warga negara, penting untuk terus ditumbuhkan kesadaran bahwa Indonesia yang besar dan megah ini tidak didirikan di atas fondasi rasa kebencian dan kedengkian sesama anak bangsa. Semuanya dibangun di atas rasa yang sama. Rasa senasib dan sepenanggungan yang didorong oleh hasrat untuk merdeka. Termasuk merdeka dari paham yang berupaya untuk merasuki dan merusaki tatanan keindonesiaan yang kita cintai bersama ini.

Kita perlu menyadari bahwa kehidupan kebangsaan kita tengah digiring ke ranah krisis kasih dan persaudaraan. Sebagai anak bangsa, kita perlu menyikapinya secara bersama, agar mencegah niatan buruk dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk meluluhlantakkan keindonesiaan yang terlampau lama kita bangun bersama.

Dengan demikian, melalui peringatan hari Jumat Agung ini, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyampaikan beberapa pesan:

  1. Jumat agung memberikan makna kepada kita untuk terus berdoa bagi diri, keluarga, komunitas, sekolah, kampus, tempat kerja, dan Negara serta mengucap syukur dalam segala situasi. Apapun tantangan dan permasalahan hidup yang sementara digumuli, hendaknya kita terus-menerus memperdalam iman dan membangun hubungan persaudaraan dan cinta kasih dengan sesama.
  2. Kasih dan pengorbanan Yesus Kristus yang tak terlampaui batasannya itu sejatinya mengingatkan kita untuk terus memperbaharui relasi dengan sesama ciptaan. Senantiasa memelihara alam lingkungan, menumbuhkan kedamaian, persaudaraan dan bahu-membahu memperkokoh ikatan kebangsaan yang humanis dan harmonis.
  3. Kader-kader GMKI se-tanah air teruslah bergerak dalam bingkai semangat oikumenisme dan nasionalisme. Tetap tumbuhkan rasa optimis diri. Nyalakanlah terangmu agar bercahaya bagi lingkungan pelayananmu. Berdayakanlah potensi dan anugerah Tuhan dalam diri dengan mengambil tindakan pertanggungjawaban untuk menebarkan cinta kasih terhadap sesama.
  4. Sebagai sesama anak bangsa, teruslah merekatkan ikatan persatuan dan kolektivitas. Tolong-menolong sebagai kultur khas Indonesia adalah modal penting untuk merawat keindonesiaan ini. Hanya dengan nilai dan sikap itulah kehidupan yang aman, tenteram dan damai dapat tercipta. Termasuk di dalamnya memantapkan solidaritas untuk melalui masa-masa sulit dan bentuk-bentuk tindakan yang memecah-belah kita.

Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2020-2022 Mengucapkan Selamat Memperingati jumat Agung.. Kiranya kasih karunia Tuhan selalu melingkupi kita semua dimana pun kita berada.

Tinggilah Iman, Tinggilah Ilmu, dan Tinggilah Pengabdian Kita. Ut Omnes Unum Sint!

Leave a Comment

Your email address will not be published.