PP GMKI, NCBI dan PARA Syndicate lakukan bedah buku berjudul The Ecology of Democracy

08 Jun 2017 09:23:58 || Penulis:PENGURUS PUSAT


PP GMKI mengadakan bedah buku bersama dengan NCBI dan PARA Syndicate(Lembaga Kajian Kebijakan) di sekretariat pusat GMKI. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2017 yang dihadiri lebih dari 20 orang audiens. Dalam bedah buku tersebut PP GMKI dan PARA Syndicate mengangkat judul buku “The Ecology of Democracy” yang ditulis oleh David Mathews. David Mathews yang telah banyak menulis buku, juga merupakan presiden dari organisasi “Kettering Foundation”.

Wempy Hadir, dalam materinya mengatakan, bahwa negara besar dengan penduduk besar tentunya dengan penganut demokrasi dalam sistem politik. Maka dari itu, haruslah membangun dan mendaratkan pemahaman politik terhadap warga. Karena norma tertinggi adalah keterlibatan warga dalam pembuatan kebijakan.

Ari Nurcahyo juga menambahkan, hari ini demokrasi tidak lagi seperti yang kita inginkan. Demokrasi tidak lagi menjadi transformasi kultur dan budaya terhadap rakyat, tetapi sudah menjadi wajah transaksi. Demokrasi yang kita lihat tidak lagi menunjukkan sifat-sifat kenegarawanan. Bahkan hari ini kita surplus politisi, akan tetapi defisit negarawan.

“Kita patut berbesar hati, karena masih ada orang yang tulus bekerja untuk membuat demokrasi dan tetap bekerja untuk rakyat. Bekerja sama memecahkan masalah dikomunitas dan dilingkungan, dan menjadi simpul energi baru demokrasi yang menghidupkan tindakan warga.” tutur Ari.

Ketua umum PP GMKI, Sahat Sinurat dalam materinya mengatakan, kita kaya akan informasi, baik informasi negatif maupun informasi yang positif. Tetapi hal inilah yang kita khawatirkan ketika warga terlibat dalam demokrasi. Apakah warga mendapatkan informasi yang cukup untuk berdiskusi dalam melakukan sebuah kebijakan.

“Belakangan ini banyak berita-berita hoax yang merusak cara pandang rakyat. Menimbulkan rasa saling curiga, provokasi yang bertubi-tubi dan merenggut nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Maka yang menjadi cara untuk mendorong pemahaman demokrasi terhadap warga adalah dengan memberikan informasi yang benar, semangat gotong royong dalam menciptakan kerakyatan yang berhikmat, bijaksana dalam musyawarah dan harus membangun iklim berdiskusi”, tutur Sahat.

 



Baca Juga