Komisariat PAS GMKI Cabang Bengkulu: Sebagai Mahasiswa, Kita Harus Membawa Perubahan

09 Jun 2017 10:52:36 || Penulis:PENGURUS PUSAT


Pengurus komisariat Pendidikan antara Sosial (PAS) periode 2017-2018 telah dilantik.  Pelantikan yang dimulai dengan ibadah dengan pengkhotbah bapak pendeta M. Sitorus, dilaksanakan di gereja GPdI Efrata medan baru, pada hari Kamis 8 Juni 2017.

Joshyedi Sembiring, ketua demisioner mengatakan, harapannya sebagai komisariat, PAS harus jadi komisariat yang lebih baik dari tahun sebelumnya dan tetap kompak dalam melakukan setiap kegiatan komisariat.

“Kita bukanlah seonggok daging yang datang kekampus dan belajar lalu pulang. Tetapi kita adalah orang yang berorganisasi dan harus membawa perubahan dimanapun berada, peduli dengan permasalahan kampus dan tetap menjaga keutuhan berbangsa. Kita adalah orang yang harus banyak melihat perkembangan zaman, tetapi jangan lupa untuk memperbanyak membaca buku”, kata Joshyedi.

Josua Simangunsong ketua komisariat, dalam sambutannya, setiap komisariat di tataran GMKI Cabang Bengkulu agar tidak mengedepankan egonya masing-masing dan tidak membanding-bandingkan antar komisariat. Tetapi kita harus bekerja sama membangun dan saling membantu, supaya setiap komisariat dapat melakukan yang terbaik.

“Kita pernah mendengar istilah “orang muda dipandang sebelah mata”, hal ini terjadi karena kita hanya sibuk dengan urusan dan kesenangan pribadi. Maka dari itu kita harus melawan “zona nyaman” tersebut dan mulai mengubah konsep berpikir”, tutur Josua.

“Belakangan ini kita sering mendengar dan membaca berita – berita hoax yang tersebar di media sosial. Mempersoalkan berita –berita haox yang tidak produktif yang hanya membuat kita terlena dan semakin menggerogoti pikiran kita. Sebagai mahasiswa, kita harus jeli melihat dan jangan pernah terprovokasi. Teknologi semakin maju, maka kita sebagai anak bangsa harus dapat mengimbangi dengan penggunaan yang positif”, sambung Josua.

Ketua cabang GMKI Bengkulu, Dahlan Sitio mengatakan,  kita berdiri sejak 26 tahun yang lalu. Kalau dalam manusia, maka di umur 26 adalah usia produktif dan semangat yang luar biasa. Maka dari itu, harapannya kepada seluruh komisariat harus menunjukkan bahwa kita adalah anak muda dengan semangat dan kreatif dalam pergerakan ini.  

“Sebagai bagian dari warga negara, pemuda kristen terkhusus pengurus komisariat juga harus turut memperhatikan kondisi bangsa ini. Harus menjadi terang akan kegelapan yang terjadi sekarang, dimanapun kita berpijak”, sambung Dahlan.

“Terkhusus perkembangan aliran radikal di kampus yang sudah kelihatan lewat dakwah – dakwah. Itu terjadi karena semangat kita sudah mulai redup di kampus dan ketidakpedulian kita terhadap lingkungan kampus. Maka dengan ini, kami berharap kepada seluruh komisariat supaya menjalin kerjasama dengan komisariat cipayung dan mengaktifkan diskusi - diskusi seputar perkembangan dan permasalahan kampus, kebangsaan, nasionalis dan diskusi –diskusi lainnya yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan diantara perbedaan yang ada”, tambah Dahlan. (Dodi)

 



Baca Juga