GMKI Ternate dan GMKI Jailolo: Kita Harus Berpartisipan Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

09 Jun 2017 20:35:14 || Penulis:PENGURUS PUSAT


TERNATE - Pelantikan BPC GMKI Ternate dilaksanakan di GPM Jemaat Imanuel Ternate atau yang biasa disebut Gereja Ayam pada Senin (5/6) lalu. Pelantikan ini dihadiri oleh Sekretaris Umum PP GMKI, Alan Ch. Singkali, yang melantik dan menjadi saksi serah terima kepengurusan.

Ketua Cabang GMKI Ternate Masa Bakti 2017-2019, Jeplin George Maitimu, menyampaikan dalam pidatonya tentang fungsi dan peran serta GMKI sebagai gerakan mahasiswa. GMKI Ternate harus dirasakan kehadirannya dalam tiga medan gumul, dan ini harus dimulai dengan konsolidasi internal pasca konpercab yang lalu.

Sekretaris Umum PP GMKI, dalam sambutannya menghimbau agar 4 konsensus dasar bangsa harus diarusutamakan dalam kehidupan kemahasiswaan di kampus. Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara adalah final bagi GMKI. Oleh karena itu GMKI harus bahu membahu bersama stakeholder lainnya, khususnya Cipayung Plus dan KNPI untuk mendaratkan Pancasila. Selain itu penting untuk terus menerus melakukan dialog dengan Pemerintah Daerah Kota Ternate sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menemukan solusi-solusi konkret untuk mengentaskan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Abner Nones yang juga adalah senior GMKI, dalam sambutannya menyampaikan, GMKI adalah gereja yang tersamarkan (in-cognito) sehingga GMKI harus betul-betul hadir secara samar dalam 3 medan layan. Kader-kader GMKI juga harus mengedepankan kualitas karena dalam dunia nyata kualifikasi potensi kader itu yang menjadi kriteria utama untuk bersaing. Profil kader GMKI yang ber-spiritualitas (tinggi iman), profesional (tinggi ilmu), dan ber-integritas (tinggi pengabdian) harus menjadi target yang diwujudkan.

Pada pelantikan ini hadir juga Pemerintah Kota Ternate yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum Walikota, DPD I KNPI Maluku Utara, DPD II KNPI Kota Ternate, Cipayung Plus (PMII, GMNI, HMI, dll), Persekutuan Oikoumene Pemuda Gereja se-Kota Ternate, dan lain-lain. Dalam ibadah pengutusan, ditampilkan sebuah drama teatrikal yang bertema upaya rekonsiliasi untuk mewujudkan kesatuan dalam organisasi. Ibadah ini dipimpin oleh Pdt. Fero Pattipeilohy yang juga adalah senior GMKI.

*

Sehari sebelumnya, Minggu (4/6) dilaksanakan juga pelantikan BPC GMKI Jailolo Masa Bakti 2017-2019. Jarak tempuh dari Jailolo ibukota Kabupaten Halmahera Barat ke Kota Ternate kurang lebih 2 jam menggunakan speedboat. Pelantikan BPC GMKI Jailolo dilaksanakan di Gereja GMIH Jemaat Sion dan dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Barat, Danny Missy.

Dalam pidatonya, Ketua Cabang GMKI Jailolo Febrianto Natte, menegaskan bahwa GMKI adalah mitra kritis pemerintah yang senantiasa harus menemukan langkah-langkah substantif dan efektif demi ikut serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa adalah kelompok menengah terdidik yang seharusnya mampu membangun jembatan komunikasi antara pemerintah (elit) dan rakyat (grassroot). GMKI akan mewujudkan itu di Halmahera Barat dalam 2 tahun masa bakti ke depan.

Sambutan Bupati Halmahera Barat, Danny Missy menitikberatkan terkait bentuk-bentuk kerjasama yang mungkin bisa dilakukan dengan GMKI. Bentuk dukungan pemerintah untuk pembangunan mahasiswa (GMKI) bisa dengan mendukung upaya membangun sekretariat permanen. 

“Silahkan dicari lokasinya, buat RAB-nya dan ajukan ke pemkot. Selain itu pada dasarnya pemerintah menyambut baik jika ada program nasional yang dibuat di Jailolo, oleh karena itu kita akan support KONAS Perempuan GMKI di Halmahera Barat", sambung Danny Missy.

Kegiatan KONAS Perempuan GMKI yang jumlah pesertanya mencapai 250 orang, rencananya diselenggarakan pada Oktober-November mendatang di Maluku Utara.
 



Baca Juga