Peringati Dies Natalis Ke 38, Yayasan Bina Dharma Terus Kembangkan Kepemimpinan Berlandaskan Kebangsaan, Inklusifitas dan Oikoumene

19 Aug 2017 12:10:36 || Penulis:PENGURUS PUSAT


Yayasan yang didirikan oleh Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada tanggal 17 Agustus 1979 ini hadir di tengah bangsa Indonesia sebagai sebuah Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia yang tidak pernah lelah melahirkan kader-kader Kristen yang merupakan juga kader gereja dan bangsa. 


YBD telah melahirkan puluhan ribu alumni yg tersebar di seluruh Indonesia dan menduduki posisi-posisi strategis serta berkontribusi dalam arak-arakan pembangunan bangsa. Yayasan yang telah berdiri selama 38 tahun ini berjalan dengan penuh dinamika yang mengiringinya. 


Pada Dies Ke-38 yang diadakan pada tanggal 18 Agustus 2017, YBD mengangkat tema ''Mengembangkan kepemimpinan yang berlandaskan Kebangsaan, Inklusifitas dan Oikumene''. Hal ini bermakna YBD memiliki spirit kebangsaan dalam setiap langkah dan geraknya. YBD juga turut ikut dalam arak-arakan oikoumene di Indonesia. Inklusifitas juga berarti pengembangan kepemimpinan dan pendidikan lintas agama, suku dan gender. 


Pada saat ibadah yang dibawakan oleh Pdt. Ferry Nahusona, beliau menekankan spirit perubahan dengan ke-kitaan yang baru, dengan Yesus sebagai tolok ukur, fokus, teladan dan jaminan bagi YBD. 


Dalam sambutannya, Ketua Pengurus YBD Theofransus Litaay menekankan bahwa lembaga ini hadir melalui kerja keras dan doa serta pengabdian. YBD didirikan oleh rektor UKSW Sutarno, Ketum PP GMKI Tony Waworuntu dan Sekum Frans Allorerung. YBD terus hadir melaksanakan visi dan misinya mengembangkan kepemimpinan pemuda sebagai alat kesaksian. 


Hadir pula Ketum PP GMKI yang juga merupakan salah satu pembina bersama Sekum GMKI dan Rektor UKSW. Ketum Sahat Sinurat dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para senior, staf, dosen dan fasilitator yang telah mengabdikan dirinya pada lembaga ini. YBD dalam arah geraknya terus mendukung pengkaderan GMKI. GMKI meminta YBD agar terus mengembangkan jejaring sehingga Indonesia dapat merasakan manfaat dari pelayanan YBD. 


YBD perlu membuka komunikasi dan jaringan dengan berbagai gereja, kampus, dan sekolah untuk melakukan pembinaan kepemimpinan sehingga visi YBD dapat tercapai seperti yang digagas UKSW dan GMKI di awal pembentukannya.


YBD juga harus dapat membaca tanda-tanda zaman dan memikirkan apa kontribusi yg bisa kita lakukan di era dijital ini. Sehingga peran YBD dapat tetap dirasakan di dalam upaya mencapai Indonesia yang kita cita-citakan. Karena YBD memiliki potensi dalam mengembangkan potensi lembaga-lembaga kristen dalam mengisi kemerdekaan. 

Sahat menambahkan bahwa YBD dan PP GMKI perlu melakukan kajian tentang sejarah lahirnya oikumenisme di Indonesia. Lahirnya Cristelijke Studenten Veregning op Java (CSV op Java) yang merupakan cikal bakal GMKI, adalah salah satu momen penting lahirnya gerakan oikumenisme di Indonesia. Tanggal 28 Desember 1932 yang merupakan hari berdirinya CSV op Java dapat dipertimbangkan menjadi hari lahirnya gerakan kebangsaan dan ekumenis di Indonesia dan dimasukkan di dalam kalender gerejawi di Indonesia.