Lembaga Keumatan Selenggarakan Ibadah Syukur atas Dilantiknya Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si sebagai Dirjen Bimas Kristen

19 Aug 2017 19:03:20 || Penulis:PENGURUS PUSAT


JAKARTA, GMKI.OR.ID - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bersama lembaga keumatan lainnya menyelengarakan Ibadah Syukur atas dilantiknya Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia di Student Center GMKI, Jl Salemba Raya, No.10, Jakarta Pusat. 

Ibadah tersebut dilakukan sekaligus untuk melakukan dialog dan mendengarkan permasalahan yang terjadi di berbagai daerah.

Acara yang diawali dengan ibadah dipimpin oleh Ephorus (Emeritus), Moderator UEM, Moderator CCA Pdt. Willem TP. Simarmata, dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Pdt. Dr. SAE. Nababan (tokoh Dewan Gereja Dunia), Dr. Michael Wattimena (Ketum DPP GAMKI/DPR RI), Baktinendra Prawiro (Ketum DPP PIKI), Sahat Martin Philip Sinurat (Ketum PP GMKI), Djasarmen Purba (Ketum MUKI/DPD RI), Martin Hutabarat (DPR RI), Robert Sitorus (mantan Ketum PP GMKI), Dr. Daniel Yusmik (Pakar Hukum), Dr. Jerry Rumahlatu (Teolog), dan undangan dari berbagai lembaga keumatan. 

Pdt. Simarmata dalam pesan renungannya mengingatkan bahwa tidak ada pemberdayaan tanpa keadilan, dan gereja (orang Kristen) harus hadir untuk menjaga kohesi sosial, Gereja (orang Kristen) harus juga mampu mengevaluasi diri, sebab bisa jadi gereja (orang Kristen) menjadi penyebab dari permasalahan yang ada. 

Pria yang pernah menjabat sebagai Ephorus HKBP ini, menjelaskan bahwa dalam konteks negara-negara G-20, Indonesia merupakan negara penghasil uang urutan ke-16, tetapi sekaligus negara termiskin dalam G-20. Gereja dan umat Kristen harus dapat melakukan kebenaran sehingga dapat berbuat bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua Umum PP GMKI, Sahat M.P. Sinurat mengatakan Direktorat Jenderal Bimas Kristen memiliki peran penting yaitu melakukan pembinaan agama yang inklusif kepada gereja dan umat. Hal ini penting, terkhusus di beberapa bulan terakhir, bangsa kita menghadapi tantangan radikalisme yang mencoba memecah belah kesatuan bangsa. 

"Gereja harus berperan menjaga keharmonisan dan hubungan yang toleran dengan sesama bangsa lainnya," kata dia.

Sahat juga menyampaikan perlunya ada sinergisitas antara Bimas Kristen di provinsi dengan gereja, kampus-kampus Kristen, dan lembaga Kekristenan lainnya. 

"Hari ini kita harus intens komunikasi  antar berbagai lembaga ini, sehingga setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diselesaikan, dan dapat dilakukan juga proses kaderisasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang ekumenis, toleran, dan berpedoman kepada nilai-nilai Pancasila," kata dia.

Dirjen Bimas Kristen yang oleh Ketum DPP GAMKI Dr. Michael Wattimena, akrab disapa dengan sebutan Bang Tommy, diharapkan mampu mensinkronkan kebijakan dan program jajaran Kementerian Agama didaerah-daerah dengan realitas kemasyarakatan daerah tersebut. "Bang Tommy, Kepala-kepala Kantor Kemenag di daerah-daerah kantong kristen, sebaiknya dipegang oleh mereka yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut, sehingga diharapkan kebijakan dan progamnya dapat sinkron dengan kebutuhan masyarakat," urai Michael. 

Dirjen Bimas Kristen Prof. Thomas, dalam kesempatan dialog malam kemarin, menjelaskan tentang dua tugas utama Ditjen Bimas Kristen, yakni pembinaan keimanan masyarakat Kristen, dan pembinaan sistem pendidikan Kristen. "Gereja-gereja sudah melakukan tugas pembinaan keimanan, sehingga kami nantinya akan lebih fokus kepada pembinaan sistem pendidikan Kristen," jelas Prof. Thomas. 

Berbagai persoalan sudah berdatangan ke meja Dirjen Bimas Kristen, dan sebagai Dirjen yang berlatarbelakang mantan Rektor di Universitas Pattimura Ambon dan ahli matematika-statistika multivariat, Prof. Thomas sedang berupaya mempelajari dengan cepat, dan mencarikan solusi yang tepat. Salah satu hal permasalahan yang dalam waktu dekat akan ditangani Dirjen Bimas Kristen adalah melakukan pertemuan dengan 323 sinode gereja, dan 373 pimpinan sekolah teologi. 

Kegiatan Ibadah Syukur dan Dialog ini diselenggarakan oleh sembilan lembaga, antara lain GSKI, GMKI, GAMKI, PIKI, Parkindo, PWKI, PS GMKI, BKS PGI-GMKI, dan YBD.