GMKI Adakan Konsultasi Nasional Perempuan 2017 di Tobelo, Maluku Utara

04 Oct 2017 22:36:58 || Penulis:PENGURUS PUSAT


Tobelo - Pada Hari Selasa (3/10/17) Panitia Konsultasi Nasional Perempuan GMKI 2017 telah dilantik oleh Pengurus Pusat GMKI. Pelantikan yang dilaksanakan di gereja GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi dihadiri sekitar 80 orang anggota GMKI dan panitia.

Kegiatan dimaksud akan dilaksanakan di Tobelo, Maluku Utara pada tanggal 29 November - 2 Desember mendatang. Rentang waktu yang dipilih masih berkaitan dengan isu yang diangkat, dimana pada waktu tersebut adalah masih dalam rentang waktu Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16HAKTP).

Sekretaris Fungsi Penguatan Kapasitas Perempuan PP GMKI Steffi Graf Gabi mengatakan, bahwa GMKI menyadari peran perempuan dalam membentuk tatanan kehidupan sangatlah penting. Sebagai gerakan yang concern dan peduli terhadap isu-isu perempuan, kita turut mengambil bagian untuk menyerukan keadilan terhadap perempuan untuk menjadikan bumi yang aman bagi perempuan.

“Terobosan dan penanganan kasus-kasus adalah pekerjaan mendesak. Kedaruratan situasi ini bukan saja tercermin dari angka 259.150 kasus kekerasan (Catahu, 2017), namun darurat dalam hal solusi”, tambah Steffi.

Steffi mengatakan, Konsultasi Nasional Perempuan GMKI akan ikuti oleh kader- kader perempuan GMKI sebanyak 150 orang dari 91 cabang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat basis gerakan perempuan GMKI se-Tanah Air serta meningkatkan sensitivitas kader perempuan GMKI dalam menyikapi persoalan perempuan baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Kita mengasihi perempuan bukan karena dia perempuan, kita peduli terhadap perempuan bukan karena dia perempuan, kita menghargai perempuan bukan karena dia perempuan, tetapi karena dia adalah manusia yang juga merupakan ciptaan Tuhan”, tutup Steffi.

Ketua Cabang GMKI Tobelo Arkyanto Hakuta mengatakan, sebagai tuan dan nyonya rumah, kami siap menerima dan sebagai panitia Konsultasi Nasional Perempuan GMKI se-Indonesia, serta mensukseskan kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan tugas kemanusiaan yang diembankan oleh Sang Kepala Gerakan kepada kita untuk saling menjaga dan saling mencintai sesama.

 



Baca Juga