Komitmen Wujudkan Perdamaian, PP GMKI Adakan International Interfaith Dialogue di Ambon

14 Nov 2017 00:45:57 || Penulis:PENGURUS PUSAT


AMBON - Berdasarkan data yang diperoleh dari Institute for Economic and Peace tahun 2016 mencatat lebih dari 100.000 orang tewas dalam berbagai konflik horizontal selama tahun 2014 di berbagai negara. Sedangkan Tahun 2017 belum ada data lanjutan yang merilis jumlah korban yang tewas akibat konflik horizontal di berbagai negara.

 

“Meskipun demikian, sebagaimana kita ketahui bahwa situasi global akhir – akhir ini sering terjadi konflik antar umat manusia seperti yang terjadi di Kawasan Timur Tengah, Eropa. Bahkan di Indonesia hampir terjadi konflik antar sesama manusia. Melihat situasi global tersebut, GMKI menyatakan perlunya peran strategis pemuda dalam menangkal upaya – upaya yang dapat merusak bingkai cinta kasih terhadap sesama manusia. Banyak cara yang dapat ditempuh termasuk kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) yang akan dilaksanakan oleh GMKI,” tutur Sahat Sinurat Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI.

 

“Kegiatan IID merupakan kegiatan lanjutan Global Christian Youth Conference (GCYC) bulan April 2017 di Manado yang pada saat itu dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla ,” tutur Sahat.

 

Sahat mengatakan, bahwa Pengurus Pusat GMKI menyakini perdamaian bisa terwujud apabila pemuda kristen antar denominasi gereja dan antar negara dapat menjadi agen atau duta perdamaian di masing – masing negara dan lingkungan setempat.

 

Melalui dialog – dialog antar iman dan berbagi pengalaman mewujudkan perdamaian dunia sangatlah kita butuhkan,” ujar Sahat.

 

Dengan ini Pengurus Pusat GMKI mengajak seluruh kader GMKI, pemuda kristen antar denominasi gereja dan antar negara untuk ikut bersama – sama mewujudkan perdamaian di negara masing – masing. Hal ini selaras dengan tema GMKI yaitu “Berdamailah Dengan Semua Ciptaan” (Band. Kol 1:15 – 23).

 

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI, Herbet Marpaung, pemuda yang akan menghadiri kegiatan IID ini merupakan pemuda yang memiliki cita – cita dalam mewujud nyatakan dunia tanpa kekerasan.

 

“Kegiatan IID yang dihadiri oleh pemuda dari berbagai daerah di Indonesia dan antar negara ini akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 16 sampai dengan 19 November 2017. Untuk narasumber yang akan mengisi materi pada kegiatan ini juga merupakan narasumber yang berkompetensi dan berpengalaman dalam merawat perdamaian,” ujar Herbet.

 

Akhir kata, mari kita doakan dan hadiri kegiatan IID yang akan berlangsung di Kota Ambon tepat pada momentum Hari Toleransi Dunia. Unity in Diversity, Katong Orang Basudara,” Sambung Herbet dengan senyum khasnya.