Peletakan Batu Pertama Monumen Toleransi Wayame: Hubungan Harmonis Antara Warga Muslim dan Kristen

23 Nov 2017 08:22:51 || Penulis:PENGURUS PUSAT


AMBON, GMKI.OR.ID – Salah satu rangkaian kegiatan dalam acara International Interfaith Dialogue (IID) GMKI adalah mengunjungi Masjid Darul Na’im di desa Wayame. Dalam kunjungan ini, Pengurus Pusat GMKI dan rombongan disambut hangat oleh pengurus Masjid tersebut.

Pengurus Masjid Darul Na’im, dalam sambutannya mengatakan bahwa desa Wayame adalah salah satu desa yang paling toleran dalam menjaga kerukunan umat beragama di kota Ambon.

“Kami mendengar bahwa desa Wayome merupakan desa yang tidak terkena kontaminasi dari konflik tahun 1999. Sampai sekarang keharmonisan umat beragama tetap terjaga dengan baik. Kita perlu belajar banyak dari masyarakat Wayame,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat saat menyampaikan maksud kunjungan tersebut di hadapan pengurus Masjid, peserta IID dan penduduk desa Wayame, Jumat (17/11).

Sahat menyampaikan rasa terimakasih kepada jemaat Masjid Darul Na’im Wayame karena telah menyambut dengan rasa persatuan yang begitu hangat.

“Kami dari Pengurus Pusat GMKI dan rombongan belajar banyak dari pengalaman yang dilakukan warga Wayame. Keharmonisan masyarakat Wayame yang dapat menghadapi tantangan konflik dapat menjadi contoh bagi warga lainnya di Indonesia, bahkan dunia,”  ujar Sahat.

Alumni program magister Studi Pembangunan ITB ini juga menyatakan bahwa peran warga Wayame yang terus merawat keharmonisan antar umat beragama perlu dicontoh oleh kota-kota lain di Indonesia.

"Wayame sangat tepat menjadi salah satu Laboratorium Perdamaian di kota Ambon dan provinsi Maluku," ujar Sahat.

Setelah bersilaturahmi di Masjid Darul Na’im, Pengurus Pusat GMKI melanjutkan kunjungan ke Gereja Pniel Wayame yang berada tidak jauh dari lokasi Masjid. Kedatangan rombongan kegiatan IID diiringi oleh warga Muslim Wayame sambil diiringi musik rebana. Kunjungan rombongan IID disambut oleh Pengurus Gereja Pniel Wayame.



Baca Juga