PMII: Fokus PMII adalah Menghadapi Radikalisme di Dalam Kampus

23 Nov 2017 08:26:19 || Penulis:PENGURUS PUSAT


AMBON. GMKI.OR.ID - Di Gereja Pniel Wayame, para  peserta mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman dari beberapa pembicara, antara lain Ketua Umum PB PMII Agus Herlambang, Ketua Umum AM GPM Pdt. Max Takaria, Wakil Ketua Federasi Mahasiswa Kristen Dunia Asia Pasific (WSCF AP) Saman Jayasuriya, dan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat.

Ketum PB PMII, Agus Herlambang menyampaikan bahwa PMII fokus mengatasi persoalan radikalisme yang menjangkiti mahasiswa Indonesia, terkhusus mahasiswa di kampus negeri.

"Generasi muda adalah investasi masa depan bangsa. Maka organisasi seperti PMII dan GMKI harus fokus membina dan mendidik mahasiswa agar memahami nilai-nilai ke-Indonesia-an yang berdasarkan Pancasila," ungkap Agus.

Menurut Agus, organisasi seperti PMII harus dapat mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi millenial Indonesia.

"PMII saat ini melihat perlunya generasi muda menggunakan media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai positif, baik melalui media sosial, maupun dengan membuat video tentang tempat-tempat yang menjaga nilai-nilai kebangsaan, seperti Wayame," ujar alumni pesantren Jombang ini.

Ketua Umum AM GPM Pdt. Max Takaria menyampaikan bahwa Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM GPM) saat ini fokus dalam pendidikan karakter.

"Melalui pendidikan karakter, AM GPM ingin menunjukkan bahwa setiap orang dapat menjadi pemimpin asalkan memiliki pengalaman yang baik. AM GPM ingin mendidik pemuda gereja yang memahami nilai-nilai kebangsaan dan integritas," ujar Max.

Standing Commitee WSCF AP, Saman Jayasuriya mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan kegiatan IID 2017.

"Kami melihat GMKI fokus terhadap persoalan intoleransi yang tidak hanya menjadi persoalan regional tapi juga nasional, bahkan dunia. Kami sangat tertarik dengan desa Wayame yang dapat menjadi contoh bagi dunia," ujar Saman.



Baca Juga