Bangun Monumen Toleransi di Wayame Sebagai Laboratorium Perdamaian

23 Nov 2017 08:28:52 || Penulis:PENGURUS PUSAT


AMBON, GMKI.OR.ID - Kegiatan International Interfaith Dialogue melakukan peletakan batu pertama untuk membangun Monumen Toleransi di  Desa Wayame, Ambon, Maluku. Pembangunan monumen tersebut guna menunjukkan bahwa Wayame merupakan laboratorium perdamaian.

Ketua Umum PP GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menyatakan bahwa pembangunan tersebut dilakukan sebagai bentuk semangat dari peserta International Interfaith Dialogue untuk membahas dan merumuskan strategi dalam menyelesaikan konflik intoleransi.

"Kami melihat bahwa kota Ambon bukanlah kota konflik melainkan kota perdamaian karena semua masyarakat telah sepakat bahwa mereka adalah basudara," kata Sahat.

Dia juga menyampaikan GMKI ingin monumen ini tidak hanya menjadi monumen yang bisu melainkan dapat menyuarakan pesan-pesan perdamaian ke seantero negeri, bangsa, bahkan dunia.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Ambon yang mendukung pembangunan Monumen Toleransi ini. Kami berharap desa ini akan menjadi tempat belajar, tidak hanya bagi masyarakat Maluku, tapi juga Indonesia, bahkan dunia," ujar Sahat. 

Sahat menyampaikan bahwa masyarakat dunia perlu melihat bahwa masyarakat Wayame bisa menjadi contoh dalam menghadapi konflik secara cepat dan menjadikan Kota Ambon sebagai laboratorium perdamaian.

"Nilai-nilai toleransi dan perdamaian harus abadi, tidak digerus oleh waktu. Kita ingin Monumen Perdamaian dan Toleransi ini dapat abadi menyampaikan pesan-pesan perdamaian tentang pentingnya menjaga keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara," tutup Sahat.



Baca Juga