Bicarakan Pancasila dan Toleransi, Yudi Latif Undang GMKI Ke Kantor UKP-PIP

23 Nov 2017 21:59:19 || Penulis:PENGURUS PUSAT


JAKARTA - Kepala UKP-PIP, Yudi Latif pagi tadi, Kamis (23/11), mengundang Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) datang ke kantor UKP-PIP di Jl. Veteran III, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, Kepala UKP-PIP menyampaikan pentingnya setiap warga negara menjalin komunikasi dan bekerja bersama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.

 

Pertemuan yang berlangsung dengan santai tersebut mendiskusikan isu-isu kekinian terkait implementasi Pancasila dalam hubungannya dengan berbagai sektor antara lain pariwisata, pemilihan umum, dan industri. 

 

Yudi Latif mengatakan, setiap warga negara harus menjalin komunikasi dan bekerja bersama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.

 

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Sinurat mengatakan, GMKI selama berpuluh tahun selalu konsisten memegang teguh Pancasila dan memantapkan nilai-nilai Pancasila kepada para anggota. Beberapa waktu terakhir ini kita juga semakin gencar bergerak, salah satunya dengan melakukan International Interfaith Dialogue dan membangun Monumen Toleransi di Wayame, Ambon.

 

“Generasi muda harus menjaga perdamaian, jangan terprovokasi upaya kelompok tertentu untuk memecah-belah persatuan bangsa," ujar Sahat Sinurat saat dihubungi setelah pertemuan tersebut.

 

Sahat menjelaskan, bahwa Yudi Latif menerangkan tugas UKP-PIP yang sejak terbentuk mengemban tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat dan berbagai lembaga. Dalam hal ini, Yudi Latif mengajak GMKI dan setiap organisasi kepemudaan untuk menjalin kolaborasi positif. 

 

Sebagai bentuk simbolis kerja sama, tadi kita bertukar buku yang pada bulan lalu GMKI baru luncurkan. Buku yang berjudul “Pancasila Rumah Bersama” tersebut juga terdapat sekapur sirih dari Pak Yudi Latif," ujar Sahat.

 

Terkait kegiatan International Interfaith Dialogue di Ambon, Sahat menyampaikan bahwa acara sudah selesai dan hal-hal positif harus kita suarakan pasca kegiatan ini.

 

"Acara sudah selesai dengan baik dan tugas kita bersama melanjutkan pesan perdamaian yang kita deklarasikan di Ambon. Tadi kami juga menyampaikan permintaan maaf jika ada hal yang kurang berkenan namun juga ada kekecewaan kami atas ketidakhadiran Kang Yudi. Kang Yudi juga sudah menyampaikan tidak ada maksud untuk menelantarkan para peserta dan sepertinya ada komunikasi yang tidak berjalan baik," ujar Sahat.

 

Sahat melanjutkan, persoalan ini sebagai pendewasaan bagi kedua belah pihak. Tentunya tidak membuat kita berhenti bergerak dalam menerapkan Pancasila, justru saat ini kita bertemu dan menjalin kerjasama strategis ke depannya.

 

Turut hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Umum Alan Christian Singkali dan Kabid Aksi Pelayanan Martin Siahaan dari PP GMKI, serta Togi Sirait dan Pdt. Martin Lukito dari pihak UKP-PIP. Di akhir pertemuan, UKP-PIP dan GMKI saling bertukar buku sebagai simbol kerjasama positif ke depannya.
 



Baca Juga