Kesiapan Riau Menuju Masyarakat ekonomi ASEAN 2011

15 May 2017 10:02:35 || Penulis:PENGURUS PUSAT


JAKARTA, GMKI.OR.ID - Masyarakat Indonesia tidak punya pilihan, selain harus mempersiapkan diri bersaing dengan negara-negara lain dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Riau adalah salah satu provinsi yang dituntut untuk siap, mengingat letak dan posisinya yang strategis

“Riau memiliki kekayaan sumber daya alam yang mampu menarik perhatian para investor luar negeri,” ujar Ketua Umum PP GMKI, Supriadi Narno, Rabu (25/6/2014).

Narno mengatakan, selain kekayaan sumber daya alamnya, Riau juga dinilai strategis secara geografis, karena dekat dengan jalur perdagangan internasional. 

“Oleh karena itu, Riau dituntut untuk berbenah bila tidak ingin kehilangan peran dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015,” ujarnya.

Di hari yang sama, Wakil Gubernur Riau, Ir.H Arsyadjuliandi Rachman, MBA yang hadir sebagai narasumber dialog “Kesiapan Riau Menuju Masyarakat Asean 2015” dalam Konsultasi Nasional GMKI membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia dan insfratuktur adalah point terpenting dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.

Pria yang akrab dipanggil Andi Rahman ini mengatakan, inisiasi melahirkan institusi pendidikan tinggi menjadi hal yang sudah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau, disamping  meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. “Sektor pertambangan dan perbankan menjadi sektor paling menjanjikan persaingan dalam hal tenaga-tenaga ahli,” ujarnya

Hal lain yang sering luput dari perhatian publik adalah kesiapan aparatur negara dalam mempersiapkan diri menuju masyarakat ekonomi ASEAN 2015.

Disinggung mengenai nasib Usaha Kecil Menengah (UKM) setelah masuknya Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, Wagubri mengatakan, pemerintah Riau siap melindungi pelaku UKM, bahkan melakukan pengembangan usaha supaya mampu bersaing. “Peran pemerintah dalam melindungi usaha lokal akan dimainkan juga dari sisi aturan-aturan yang diberlakukan,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Rahman mengatakan, hal lain yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau adalah terkait infrastruktur. Misalnya, sejak lama, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, Riau memilik transportasi laut yang dapat menjangkau hanya dengan  waktu singkat.

Di akhir diskusi yang dipandu oleh Vernando Siahaan selaku Koordinator Wilayah XIII GMKI (Riau, Kep.Riau dan Sumatera Barat) ini, Andi Rahman berharap mahasiswa mempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan tenaga profesional dari negara ASEAN lainnya bahkan dunia. Andi Rachman mengharapkan peran mahasiswa dalam pengembangan sektor Industri dalam negeri. Peran mahasiswa, katanya, mencakup aspek-aspek pengembangan teknologi, metode dan strategi pemasaran. 

Indonesian society had no choice but to prepare themselves to compete with other countries in order to welcome the ASEAN Economic Community by 2015. Riau is a province that is required to be prepared, given the location and its strategic position.

"Riau has a wealth of natural resources that is able to attract the attention of foreign investors," said Chairman PP GMKI, Supriya Narno, Wednesday (25/6).

Narno said, in addition to a wealth of natural resources, Riau also considered strategic geographically, as close to the line of international trade. "Therefore, the County is required to clean up if they do not want to lose role in the ASEAN Economic Community by 2015," he said.

On the same day, the Deputy Governor of Riau, Ir.H Arsyadjuliandi Rachman, who was present as a guest speaker MBA dialogue "Readiness Videos Towards the Asean Community 2015" in the National Consultation GMKI justify it. According to him, human resource readiness and insfratuktur is the most important point in the face of the Asean Economic Community in 2015.

The man who nicknamed Andi Rahman said, higher education institutions spawned initiation into things that have been and will be conducted by the Provincial Government of Riau, in addition to improving the quality of education in general. "The mining sector and the banking sector competition is the most promising in terms of experts," he said

Another thing that often escape the attention of the public is the readiness of the state apparatus in preparation towards the ASEAN Economic Community by 2015.

Mentioned about the fate of Small and Medium Enterprises (SMEs) after the inclusion of Indonesia in the ASEAN Economic Community in 2015, Wagubri said, Riau government ready to protect SMEs, even doing business development in order to be able to compete. 

"The role of government in protecting local businesses will be played also in terms of the rules are enforced," he said.

Andi Rahman said, the other thing that concerns the Government of Riau Province is related infrastructure. For example, for a long time, as the area directly adjacent to neighboring countries such as Malaysia and Singapore, Riau pick sea transport can reach only a short time.

At the end of the discussion led by Vernando Siahaan as the Regional Coordinator GMKI XIII (Riau Bintan, Riau Archipelago and West Sumatra) is, Andi Rahman hopes to prepare students to be able to compete with professionals from other ASEAN countries and even the world. Andi Rahman expects the student role in the development of industry sectors in the country. The role of the student, he said, include aspects of technology development, methods and marketing strategies. ***