Bangsa Indonesia Harus Bersatu Melawan Gerakan Terorisme dan Radikalisme

25 May 2017 17:46:37 || Penulis:PENGURUS PUSAT


Hari Rabu malam, 24 Mei 2017, kedamaian bangsa kita kembali diganggu dengan bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta. Tindakan terorisme tersebut telah menelan beberapa korban jiwa dan belasan korban luka berat dan ringan. Namun lebih daripada itu, peristiwa ini telah melukai perasaan jutaan rakyat di seluruh Indonesia.

Teror brutal terjadi beberapa hari sebelum bulan puasa umat Islam dan sehari sebelum hari kenaikan Yesus Kristus. Hal ini menunjukkan tindakan terorisme merugikan semua pihak dan tidak merepresentasikan karakter bangsa Indonesia. Apalagi semua agama tidak membenarkan tindakan kekerasan yang bahkan sampai merenggut nyawa manusia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bersatu melawan gerakan terorisme dan radikalisme yang mengorbankan anak-anak bangsa kita.

Maka, melihat kondisi ini, Pengurus Pusat GMKI menyampaikan:

  1. Menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada para korban dan keluarga korban yang beberapa di antaranya adalah anggota kepolisian RI. Kami menyesalkan dan mengecam keras kelompok ataupun oknum-oknum yang menyebabkan terjadinya tindakan terorisme yang sangat tidak manusiawi ini.
  2. Menyayangkan Badan Intelijen Negara (BIN) yang tidak mengantisipasi kejadian tersebut, dan kami meminta pemerintah, POLRI, BIN, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan tindakan yang cepat, berani, dan terukur untuk mengidentifikasi jaringan pelaku terorisme agar tindakan teror ini tidak meluas ke daerah lainnya di Indonesia.
  3. Mengajak para pemuda, para pemimpin agama, dan semua lapisan masyarakat untuk tidak takut dan bersatu menghadapi gerakan terorisme dan radikalisme yang sangat jelas merusak persatuan dan perdamaian bangsa Indonesia. Mari kita bahu-membahu membangun kembali bangsa Indonesia yang dikenal guyub, damai, dan toleran.
  4. Menghimbau untuk semua lapisan masyarakat agar tidak memviralkan foto atau video korban, untuk menghormati korban dan keluarganya serta tidak turut memperluas tujuan teror tersebut.
  5. Meminta pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, pimpinan militer dan kepolisian, serta semua elit politik, agar tidak mengeluarkan pernyataan atau ujaran yang meyinggung SARA dan dapat disalahartikan, serta menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap berbagai ujaran dan tindakan intoleran, baik yang dilakukan oleh oknum pemerintah ataupun masyarakat.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Terimakasih atas perhatiannya.

Kamis, 25 Mei 2017
Salam hangat,
Pengurus Pusat GMKI
Sahat Martin Philip Sinurat / Ketua Umum
Alan Christian Singkali / Sekretaris Umum



Baca Juga