Soal Novel Baswedan, GMKI Medan Lakukan Aksi Damai

12 May 2017 13:19 || Penulis:MEDAN



MEDAN, GMKI.OR.ID - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Medan melakukan aksi damai terkait peristiwa yang menimpa salah satu penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, yang disiram menggunakan air keras, Selasa (11/4) kemarin. Dalam aksi tersebut, Ketua GMKI Cabang Medan, Valentino Panjaitan mengatakan, ini adalah perlawanan balik dari para koruptor terhadap KPK, terkhusus Novel. Menurutnya, ini bukan kali pertama terjadi pada Novel. Tahun 2015, saat bertugas di Nusa Tenggara Barat, kecelakaan mencurigakan dialami lima petugas KPK termasuk Novel. Pada tahun yang sama juga mendapat intimidasi, diancam akan ditembak. Dan tabrak lari tahun 2014 ketika Novel dalam perjalanan menuju kantornya. "Terjadi lagi, ini adalah teror terhadap pemberantasan korupsi. Di mana Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh orang yang tidak dikenal," kata Valentino disela-sela aksi yang dilakukan di depan Sekretariat GMKI Medan di Jalan Iskandar Muda, Rabu (12/4) malam. Valentino juga menyuarakan, peristiwa tersebut merupakan tindakan barbar yang dilakukan oleh orang-orang tidak punya moral. Nurani kemanusiaan seolah-seolah sudah mati. Oleh karena itu, sebagai gerakan moral, GMKI Medan mendukung penuh upaya KPK dalam memberantas korupsi. "GMKI Medan menyatakan sikap, kami mengecam tindak kekerasan dalam bentuk apapun, termasuk penyiraman air keras kepada Novel. Ini adalah tindakan di luar perikemanusiaan. Kami juga meminta Presiden dan Kapolri bersikap tegas untuk mengusut tuntas dan menyeret pelaku dan aktor intelektual di balik kejadian ini. Biarkan hukum menjadi panglima di negeri ini," tegasnya. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Samatera Utara itu juga menyampaikan, pemerintah harus memberikan perlindungan lebih kuat pada lembaga antirasuah beserta para pegawainya agar dapat menjalankan agenda pemberantasan korupsi. "Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberi dukungan pada KPK agar semakin gencar menjalankan agenda pemberantasan korupsi demi Indonesia yang bersih. KPK tidak boleh gentar, harus semakin menunjukkan tajinya dalam menyelesaikan kasus-kasus yang ditangani,” ujarnya. Di akhir orasinya, Valentino dengan tegas menyatakan, Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia supaya berkomitmen menghentikan upaya-upaya pelemahan terhadap KPK, seperti teror, intimidasi hingga bentuk lainnya, termasuk revisi undang-undang Komisi Pembertantasan Korupsi. (Analisadaily.com)