Konpercab GMKI Bandung ke-41 Digelar Selama 5 Hari

12 May 2017 14:00 || Penulis:BANDUNG



BANDUNG, GMKI.OR.ID - Pada tanggal 18 - 22 November, Konperensi Cabang (Konpercab) Ke-41 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung dilaksanakan. Konfercab ini awasi langsung oleh tiga perwakilan Pengurus Pusat GMKI yaitu Bendahara Umum, Wakil Sekertaris Umum dan Korwil III. Peserta dan peninjau yang menghadiri pembukaan Konfercab tersebut mencapai seratusan orang dengan peserta yang memiliki hak suara 81 orang (Roll Call Hari Pertama). Hari pertama konfercab dilaksanakan ibadah pembukaan dahulu lalu pemilihan majelis ketua dimana majelis ketua yang terpilih adalah Rikky Rundupandang dan Yobel Sihombing untuk menemani majelis ketua perwakilan BPC yaitu Tougus Samosir. Pada Konfercab ini adalah sebuah keberhasilan BPC GMKI Bandung 2015-2016 yang dipimpin oleh Pirma Hutajulu dengan rekor peserta terbanyak selama konfercab digelar. Kegiatan selanjutnya Konfercab tersebut Badan Pengurus Cabang (BPC) Masa Bhakti 2015-2016 memberikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). LPJ berlangsung lama serta terjadi dinamika yang panas antara peserta dengan BPC. LPJ BPC GMKI tersebut diterima oleh anggota GMKI Bandung dengan banyak catatan revisi perbaikan. BPC Demisioner menyanggupi akan menyelesaikan LPJ tersebut dalam waktu dua minggu. Pembahasan LPJ sendiri mencapai sekitar 2 hari dari hari sabtu hingga minggu sore. Setelah LPJ berikutnya adalah sidang komisi, dimana sempat terjadi dinamika yang panas, karena sekitar 24 anggota GMKI asal Komisariat Telkom pulang sehingga tidak terjadi kuorum. Ijin pulang ini disampai oleh Andreas Michael (Sekertaris Komisariat Telkom), dikarenakan banyak anggotanya harus menghadapi ujian pada hari Senin nya. Kuorum disini adalah syarat dilakukan persidangan dimana jumlah peserta setengah plus satu. Peserta tersisa dalam forum hanya 38 dari syarat berlansungnya persidangan (41 orang). Sehingga sidang terpaksa 'pending' dan dilaksanakan keesokan harinya. Sidang Komisi sendiri membahas kebijakan, langkah-langkah kongkrit dan gambaran di BPC periode mendatang. Sidang ini diwarnai kembali perdebatan pada topik Kriteria yaitu IPK dari calon ketua dan sekertaris cabang. Dimana pembahasan topik tersebut mencapai 3 jam lebih. Setelah dilakukan mediasi dan musyawarah oleh pengurus pusat, akhirnya forum sepakat hal mengenai ipk dihapus dari daftar kriteria. Selanjutnya pada momen yang ditunggu adalah pemilihan ketua dan sekertaris cabang. Ada dua calon ketua cabang yang menyampaikan visi misi yaitu David Robby Marpaung dan Wang Tao Manulang. Setelah menyampaikan visi misi nya, dilakukan pemilihan tertutup dimana Wang Tao terpilih sebagai ketua cabang yang baru dengan perbedaan suara hanya 2 suara dengan hasil Wang Tao mendapatkan 36 suara dan David Robby mendapatkan 34 suara. Setelah pemilihan ketua cabang dilaksanakan selanjutnya adalah sekertaris cabang, dimana terdapat juga dua calon yaitu Asri Fevi Sari Sidabutar dan Jhon Mejer Purba. Pada pelaksanaan pemilihan sekertaris cabang diwarnai dengan kepulangan anggota karena sudah subuh hari, beberapa beralasan karena kuliah. Walaupun begitu pemilihan sekertaris cabang tetap dilaksanakan, dengan Asri Fevi Sari yang terpilih sebagai sekertaris cabang karena mendapatkan 35 suara sedangkan Jhon Mejer mendapatkan 22 suara. Dua tahap terakhir adalah pemilihan tiga orang tim Formatur BPC GMKI Bandung dan dua orang BPK (Badan Pengawas Keuangan) GMKI Bandung. Pada Formatur yang terpilih adalah Andrew Hutagalung, Yanti Yosefa dan Antha. Pada BPK sendiri yang terpilih adalah Mardongan Panjaitan dan Micahel Jerry. Setelah semua kegiatan selesai, persidangan konfercab ditutup dan dilaksanakan ibadah penutupan. Hasil konfercab GMKI Bandung ini diharapkan kedepannya lebih bekerja secara maksimal buat BPC yang akan terpilih dimasa akan datang. Salah satu perwakilan BPC Demisioner yaitu David Robby menyampaikan yakni "Konfercab kali ini dinamika yang termasuk panjang dan panas tetapi tidak membuat kader GMKI Bandung terpecah tetapi tetap menjadi satu, seperti amsal GMKI yaitu Ut Omnes Unum Sint." (*)