KSL GMKI Balikpapan Bahas Kondisi Perekonomian dan Tata Ruang Wilayah Kota

16 Aug 2017 18:11 || Penulis:BALIKPAPAN



GMKI Cabang Balikpapan menggelar Konferensi Studi Lokal (KSL) di di Aula Rujab Walikota Balikpapan, pukul 13.30 WITA. Kegiatan ini dihadiri dari berbagai kalangan mahasiswa (BEM), Mahasiswa Pencinta Alam, Rizal Effendi (Walikota Balikpapan), kelompok Cipayung, LPM kecamatan, Gusdurian, LBH UNIBA, dan dari undangan lainnya. 

Dalam sambutannya sekaligus keynote speaker dalam KSL, Rizal Effendi memaparkan "kelayakan Balikpapan untuk dihuni". Salah satunya yang harus kita kaji adalah aspek kondisi perekonomian Kaltim, terkhusus Kota Balikpapan yang dinilai saat ini mengalami banyak pemotongan - pemotongan anggaran oleh BPK RI. Dinilai hal ini merupakan aspek yang menjadi pengaruh besar bagi perkembangan kota dan kemajuannya dan ada kaitanya dengan aspek infrastruktur, pembangunan. 

“Tetapi dari kondisi saat ini kami Pemerintah Kota tetap selalu berusaha untuk tetap menjaga kestabilan dalam menangapi masalah-masalah yang ada di kota ini. Pemuda harus siap menjadi pelopor nasionalisme, jangan sampai dipecah-belah dengan paham - paham radikalisme dari berbagai latar belakang agama" pungkasnya.

Diakhir materinya, Rizal Effendi menyampaikan rasa terimakasih terhadap GMKI karena sudah memberikan wadah bersama untuk berbicara hal positif dan membangun bagi para pemuda kota Balikpapan.

Panelis dalam KSL ini yaitu komisi III DPRD Kota balikpapan (Andi Arif Agung, SH), Ka.DLH (Surianto), Rektor UNIBA (Piatur Pangaribuan), Dinas kementrian PU Pusat (Viasmudji Bitticaca, S.T., M.T), direktur STABIL Balikpapan (Jufriansyah, S.hut) dan dimoderatori Priyo (Pimred Tribun Kaltim Balikpapan)

Dalam KSL ini para panelis dan peserta berdiskusi dan membicarakan kondisi terkini Balikpapan yaitu kondisi tata ruang dan kondisi sosial ekonomi. Kondisi tata ruang wilayah kota dengan pembangunan yang selalu menumpuk di tengah kota seperti pusat perbelanjaan yang mengakibatkan mudahnya terkena banjir. Memang ini juga berbicara bagaimana fungsi pengawasan eksekutif, legislatif dan inspektorat terkait izin-izin. 

“Kita juga harus punya masterplan tata ruang wilayah Kota Balikpapan yang baik kedepan. Kita bisa membanyangkan bagaimana Kota Balikpapan untuk puluhan tahun kedepan dengan kondisi saat ini. Maka dari itu kita harus banyak memberikan sumbangsih pemikiran, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dalam artian layak dihuni dan dapat menunjang ekonomi masyarakat” tutur salah seorang panelis. (Daniel)