Risalah Diskusi GMKI Cab. Bengkulu: Budaya Patriarki dan Kedudukan Perempuan dalam Alkitab

20 Sep 2017 19:29 || Penulis:BENGKULU



BENGKULU - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkulu menggelar diskusi dengan tema “Kedudukan Perempuan dalam Alkitab” pada hari selasa, 19 September 2017 di Sekretariat GMKI Cabang Bengkulu yang dibawakan Pdt. Victor Ivan Christiantoni, S.Th.

Diskusi yang mengangkat tema tentang kedudukan perempuan dalam alkitab,  bertujuan untuk membuka cakrawala berpikir anggota GMKI tentang perempuan dan bias-bias gender yang selama ini ada dalam pikiran manusia, tutur Agnes (Kabid PKK GMKI Bengkulu), dalam keterangan tertulis. 

Alkitab merupakan teks yang ditulis ribuan tahun yang silam dan dikumpulkan menjadi sebuah buku. Teks yang ditulis tidak terlepas dari konteks. Salah satu konteks pada saat itu dalam alkitab adalah bangsa Yahudi yang menganut budaya patriarki, seperti nama-nama tokoh perempuan yang tidak disebutkan atau ditonjolkan dalam alkitab. Padahal sesungguhnya, tokoh perempuan tersebut merupakan tokoh yang berperan penting dalam proses dari teks itu sendiri.

Hal itu sering kali terjadi sampai hari ini, dimana banyak bias gender terjadi terhadap perempuan. Seperti mengutip penggalan ayat alkitab untuk melemahkan atau mendiskriminasi perempuan. Masyarakat Yahudi pada saat itu masih merendahkan kedudukan perempuan, bahkan disamakan dengan budak dan orang berdosa. Tapi alkitab tidak demikian. Alkitab mencatat dan menegaskan bahwa perempuan memiliki tugas dan kewajiban sebagai mitra penguasa bersama laki-laki, yang disamping itu juga memiliki peran reproduktif yaitu “ibu dari semua yang hidup” (Kejadian 3:22). Pada Kejadian 1, alkitab juga menuliskan bahwa Allah tidak membedakan manusia, antara laki-laki dan perempuan. Keduanya sama dihadapan Allah. Sejajar dan sederajat, bahkan tidak ada penjelasan bahwa laki-laki akan jauh lebih berkuasa daripada perempuan. Dengan jelas Allah member tugas pada manusia untuk berkuasa atas ciptaan Allah.

Adapun beberapa tokoh perempuan dalam alkitab, seperti Miryam (Kel 2:3-4), Debora (Hak 4:4), Hulda (2 Raj 22: 14, 2 Taw 34:22), Ester, Rahab ( Yos 2:1-24) dan banyak lagi tokoh perempuan dalam alkitab yang tidak disebutkan namanya memberikan teladan pada kita tentang keberanian, iman, dan perbuatan baik yang juga sangat berpengaruh pada proses kehidupan sampai saat ini. Maria juga sebagai tokoh perempuan yang memiliki iman dan perbuatan baik, serta keberanian untuk menjadi jalan bagi penggenapan karya Allah atas hidupnya.

Untuk itulah, menjadi penting bagi setiap manusia untuk membaca alkitab dari sudut pandang perempuan untuk menemukan posisi perempuan di alkitab. (Agnes)