Natal GMKI Sumedang Peduli Terhadap Perempuan Hamil Luar Nikah

30 Dec 2017 10:07 || Penulis:SUMEDANG



SUMEDANG – GMKI.OR.ID – GMKI Cabang Sumedang merayakan natal Bersama Rumah untuk Tumbuh Bersama (RUTH) pada hari Sabtu  (23/12/17).

Ketua GMKI Cabang Sumedang Hotmas Sinaga, mengatakan perayaan natal tahun ini dilaksanakan bersama perempuan-perempuan hamil diluar nikah yang berada di bawa naungan Yayasan Rumah untuk Tumbuh Harapan (RuTH).

Menurut dia, masyarakat binaan dari Rumah untuk Tumbuh Harapan (RuTH) merupakan korban kekerasan dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab.

“Kami melihat bahwa mereka telah mengalami kekerasan, sehingga kader GMKI Sumedang hadir untuk memberi penguatan,  serta harapan dalam menjalani roda kehidupan ini,”  kata dia.

Dia mengatakan  bahwa prinsipnya yayasan  RuTH  melakukan kampanye Stop Killing (dalam hal ini adalah Stop Aborsi) karena yayasan sadar bahwa setiap anak tidak pernah memilih dimana, bagaimana dan dalam kondisi seperti apa ia dilahirkan. Namun setiap anak berhak untuk hidup layaknya anak yangg direncanakan kelahirannya

“Keseharian masyarakat binaan RuTH diberikan pembinaan melalui nilai-nilai kekristenan. Selain itu ibu-ibu hamil mengisi hari-hari mereka dengan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan diri supaya mampu hidup lebih mandiri dan dipersiapkan untuk memilih menjadi "single parent",”  kata dia.

Dalam perayaan natal, kata dia GMKI Sumedang memberikan penyuluhan kepada masyarakat binaan serta masyarakat umum khususnya kepada anak muda tentang bahaya melakukan aborsi.

Dalam khotbahnya Bunda Marietha menguatkan seisi ruangan dengan tagline Wonderful Love dan tema GMKI yaiti “Berdamailah dengan Semua Ciptaan". Firman Tuhan mengingatkan setiap orang bahwa hidup kita telah diperdamaikan dengan Allah melalui Yesus. Tidak peduli latar belakang dan masa lalu yang suram, ketila memberi diri dan memohon keampunan dihadapanNya, semuanya telah dibenarkan dan dikuduskan.

"Emang gue siapa banget sok oke dan menjudge lo dan  masalalu lo? Yesus aja mengampuni gue dengan cuma2 dan melupakan masalalu gue, gue siapa banget sok iye menghakimi lo? Begitu kira-kita bahasa zaman now-nya", kata Bunda Marietha mengakhiri khotbahnya.