Sumpah Pemuda

07 Nov 2017 17:39 || Penulis:Yonathan Parsaoran Hutagalung, Anggota GMKI Bandar Lampung


Sejarah sumpah pemuda adalah catatan kehidupan bangsa ini yang sangat indah ketika menyatukan semangat para putra-putri bangsa untuk mewujudakn  cita-cita bangsa ini kala itu,jika boleh kita katakan setidaknya bangsa ini dapat lepas dari penjajahan dan mampu merdeka. Pada saat itu pemuda bergerak untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik,lebih damai,lebih sejahtera. Artinya kalau boleh kita katakan semangat pemuda memang tidak main-main.

Dewasa ini pemuda lari dari tanggung jawabnya sebagai pemuda,api semangat para pemuda yang  dahulu semakin lama semakin terkikis. Sumpah pemuda yang pertama mengatakan bahwa bertumpah darah satu tanah Indonesia. Tapi Apa yang dilakukan putra-putri bangsa ini sekarang?.Kita merusak sumpah itu,dengan mengikis  semangat perjuangan didalam diri.Pertanyaan sekarang adalah putra putri daerah darimana yang fokus membahas semangat perjuangan pemuda dalam membangun bangsa ini untuk dapat kemerdekaan yang seutuhnya?. Jawabannya adalah hampir tidak ada,kalaupun ada sudah disisipkan kepentingan-kepentingan suatu golongan untuk mendapatkan perhatian dan ujung dari hal itu adalah mendapatkan kekuasaan.

Sumpah pemuda yang kedua mengatakan,berbangsa satu bangsa Indonesia. Lagi-lagi apa yang dilakukan putra-putri bangsa ini? Kita hanya sedang sepakat dan masuk dalam lingkaran yang bertujuan memecah belah bangsa ini.Kita terbelenggu dalam isu-isu yang diangkat ditengah-tengah masyarakat,isu agama,isu keturunan,isu ideologi dan masih banyak lagi. Dimanakah putra-putri bangsa ini?,kita hanya sibuk memperjuangakan dan membahas sesuatu  melalui media sosial,kita hanya berani bersuara dimedia sosial padahal di era modern seperti ini sudah seharusnya kita mampu memiliki trobosan-trobosan baru untuk menanamkan dan memupuk kembali semangat persatuan kebangsaan agar kalimat “berbangsa satu bangsa Inodonesia” bukan hanya menjadi catatan sejarah.

Sumpah pemuda yang ketiga mengatakan berbahasa satu bahasa Indonesia,sekali lagi Putra-putri bangsa ini merusaknya.Kita lebih nyaman menggunakan kata-kata atau bahasa-bahasa “gaul” ,fenomena bahasa kilab-kilab atau dibalik kadit kane artinya tidak enak dan masih banyak lagi. Lucunya lagi jika kita memakai bahasa baku malah ditertawakan contoh nya jika kita mengatakan aku gusar melihat kalian hanya fokus dengan alat komunikasi kalian, itu pasti sudah ditertawakan atau diejek sok sastrawan lo. Kalau kita tidak mengikuti bahasa-bahasa pergaulan malahan dianggap sudah kurang pergaulan.

Kita berharap catatan peristiwa sumpah pemuda bukan hanya sebagai catatan sejarah saja yang hanya di ingat tanggal peristiwa tersebut. Sudah seharusnya sebagai putra-putri bangsa ini kita mampu memberikan suatu bukti nyata melalui aksi-aksi nya ditengah bangsa ini.Bangsa ini membutuhkan pemuda-pemuda yang konsisten membangun bangsa ini,bangsa ini membutuhkan pemuda nya untuk kemajuan bangsanya. Coba kita pahami kata Bung Karno yang mengatakan “berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya,berikan aku 1 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” . Hanya satu pemuda yang dibutuhkan Bung Karno,bagaimana jika kita semua bersatu, dunia yang mana lagi yang bisa kita guncangkan?. Kita sudah seharusnya menyadiri bahwa diri kita adalah pemuda yang mampu membuat bangsa ini maju,Kita sudah semestinya memulai sesuatu yang kita rasa mampu membuat dunia ini memperhitungkan bangsa ini.

Selamat Hari Sumpah Pemuda.Merdeka!!!