Makna Pemuda Terhadap Demokrasi Dan Perannya Memerangi Korupsi

07 Nov 2017 17:51 || Penulis:Master P. Batubara, GMKI Cabang Jambi


Salah satu makna yang dapat dimaknai dari sumpah pemuda adalah bahwa cara untuk merdeka, tidak dengan cara sendiri lagi, melainkan dengan cara bersama. Pepatah lama mengatakan bahwa datang bersama adalah langkah awal, tetap bersama adalah kemajuan, bekerja bersama adalah kesuksesan. Hal ini nyata dalam pemuda 89 tahun silam, ketika pemuda merapatkan barisan yang pada akhirnya  kata merdeka adalah hasil dari usaha tersebut.

Setelah peristiwa akbar itu saat ini berketepatan dengan tahun politik yang akan dilangsungkan 2 tahun berturut turut 2018 dan 2019 indonesia akan melaksanakan pesta besar-besaran yang diperoleh karena kemerdekaan juga,  yaitu pesta demokrasi.  Demokrasi pada hakikatnya merupakan sebuah kemenangan bagi masyarakat, ketika peluang bagi masyarakat diberikan melalui suatu proses pemilihan umum, yang memberikan hak luas kepada masyarakat untuk dipilih dan memilih. Secara umum demokrasi menjadikan semua akan terwakili akan segala aspirasi masyarakat sebab secara singkat demokrasi dapat diartikan dengan pemerintahan yang berasal dari rakyat.

Saat ini ditengah arus korupsi yang menyasar kelembagaan  yang diturunkan dari trias politica  dianggap menjadi sebuah penyakit dari demokrasi. System demokrasi  yang memfasilitasi bagi masyarakat untuk bebas, tidak dijaga dengan baik oleh legislator. kepercayaan yang ada tersebut  malah diobral terhadap pihak korporasi untuk sekedar memenuhi janji kepada yang membantu pada saat kontestasi.  sehingga perilaku dari legislator pun acap kali mencederai hati para konstituennya yang berakibat pada tidak dipercayanya lembaga-lembaga yang ada.

Kampus tempat para pemuda berkumpul dan menjadi sarana yang efektif untuk melakukan pengkajian yang berbau demokrasi, tidak sedikit yang mengutarakan bahwa kampus adalah miniatur Negara, segala proses kecil-kecilan tentang demokrasi sedikit banyak akan ditemui disini.  Perihal baik dan buruknya demokrasi adalah tergantung dari masyarakat yang menjalankannya terutama dari pelaku yang berkepentingan didalamnya, demokrasi Indonesia hannya akan sehat jika tidak ditumpangi oleh kepentingan lain diluar kepentingan masyarakat. Kampus yang menjadi tempat para pemuda dan yang dianggap sebagai pabrik kaum intelektual harus ambil bagian perihal pembaharuan demokrasi, supaya demokrasi dapat membuat rakyat dan pemerintah lebih bersinergi.

Sementara pemuda terkadang terlena dan senang mencari aman akan segala peristiwa yang ada. Pemuda tidak lagi kritis terhadap demokrasi .  karena tidak banyak lagi yang dibekali dengan mental tangguh dan sikap kritis dan tanggap akan situasi terkait demokrasi, hal ini terjadi banyak yang menjadi penyebabnya. Pertama, bahwa pemuda saat ini pun telah menjadi bagian dari pemenangan ketika di pilkada, yang idealnya demi kemajuan pemuda harus berada di suatu poros yang sifatnya netral, kedua pemuda telah lebih asik berintaksi luas di dunia maya, tanpa melihat situasi di dunia nyata yang sungguh sangat memprihatinkan.

Hal ini merupakan sebuah pencederaan terhadap sumpah pemuda ketika sumpah pemuda mengatakan untuk bersama dan merapatkan barisan, kenyatan saat ini pemuda/I Indonesia lebih cenderung tidak membudayakan. Sementara founding father negara ini, mempunyai impian kepada pemuda. Dengan perkataannya yang mengatakan berikan aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia, berkaca dari masa lalu ketika pemuda bersatu negara ini memperoleh perubahan besar-besaran seperti halnya,  regim soeharto yang lenyap ketika peristiwa 98 pada saat itu mahasiswa dan pemuda menggalang kekuatan untuk bersatu, dan ternyata membuahkan hasil, Untuk menghasilkan kepemimpinan baru.

 pemuda yang nasionalis tidak akan lahir dari besutan yang apatis. minimal dari mereka yang mempunyai mimpi tentang bagaimana negeri ini kedepannya, Kehidupan anak bangsa khususnya pemuda telah menghadapi banyak rintangan, seperti halnya narkoba, seks bebas, miras, Hoax dll. Maka pemuda yang dapat memimpin bangsa ini adalah harus dari mereka yang mau dan benar-benar memiliki spritualitas, integritas dan juga profesionalitas yang teruji.

Dengan peringatan momentum sumpah pemuda kali ini, pemuda harus memiliki arah yang jelas untuk ikut serta mengawal demokrasi yang sebentar lagi akan dihelat. Terselenggaranya demokrasi yang baik saat ini akan mampu mengurangi penyakit yang selama ini terjadi yaitu KORUPSI.