Pemuda Produktif Atau Konsumtif

07 Nov 2017 17:59 || Penulis:Lamhot Marito Hutagalung,


Perkembangan zaman adalah hal yang pasti terjadi sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika kehidupan, diamana berpengaruh pada perkembangan teknologi dan social budaya. Setiap aspek yang berkembang hingga saat ini telah mengalami akselerasi yang sangat nyata dirasakan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin terwujudnya berbagai kemudahan dalam mengakses atau mengerjakan suatu hal pekerjaan atau keinginan kita. Tentu akselerasi perkembangan zaman akan membawa dampak dalam keseharian setiap umat di dunia ini.

            Berbagai macam fungsi dari akselerasi zaman didapatkan oleh setiap khalayak dalam memenuhi kebutuhan. Kemudahan ini tentu memangkas rantai energi yang digunakan oleh setiap manusia dalam bekerja atau kegiatan lainnya. Terdapat semacam terapi teknologi yang membuat manusia juga cepat beradaptasi dengan teknologi. Tercapainya kemudahan ini menghasilkan suatu kebiasaan atau sifat ketergantungan terhadap sebuah fasilitas yang dihasilkan oleh generasi sebelumnya.

            Pemuda-pemuda zaman millennial tentu mendapatkan sebuah sensasi berupa fantasi yang sangat luar biasa, dimana setiap hari-harinya di damping oleh kemegahan teknologi. Untuk mendapatkan sebuah keinginan atau untuk menjalani kegitan selalu menggunakan fasilitas asset kemudahan yang ada. Bahkan untuk mendapatkan hiburan, seseorang dapat dilelapkan dengan gadget (perangkat modern) yang menemaninya.

            Dengan adanya akselerasi dan segala bentuk kemudahan pada zaman millennial ini membuat kebiasaan sebagian besar pemuda berpihak pada perangkat modern yang ada. Dengan paradigma yang ada bahwa fasilitas yang ada telah cukup untuk mengibur diri atau cukup untuk melengkapi kebutuhan tiap umat, maka cenderung sekali kita hanya sebagai penikmat saja, sebatas pengguna, sebatas pembatas kemajuan dari teknologi ini. Banyak yang terlena tetapi sedikit yang termotivasi dalam memanfaatkan untuk kemjajuan yang positif.

            Melihat apa yang terjadi pada lingkungan kampus dan lingkungan kepemudaan lainnya, bahwasanya yang kita sebut dengan “gadget” itu telah mendominasi pergaulan para pemuda. Dimana yang dapat kita lihat adalah banyak orang yang berkumpul tetapi hanya terlihat seperti robot kaku yang dikendalikan oleh sebuah gadget. Tiada yang dapat di maknai dari sebuah persekutuan tanpa percakapan, tanpa pendekatan emosional, yang hanya dipermainkan oleh sebuah perangkat. Bukan generasi kita yang bermain gadget, tetapi kita telah dipermainkan oleh sebuah perangkat buatan manusia sendiri.

            Menyadari akan dinamika yang sedang terjadi harus membuat kita bangkit dan berkolaborasi dengan segala kemegahan teknologi yang ada, menghadirkan inovasi yang baru. Semakin mudahnya mengakses informasi harus membuat kita beradaptasi dengan arus akselerasi zaman dan menjadi pengatur langkah dalam kemajuan zaman. Bersinergi dengan lingkungan millennial dan selalu proaktif untuk mencapai sebuah tujuan yang lebih tinggi, mengutamakan pelayanan dan berkarya, dan tetap mengasah sebuah kemampuan untuk tetap berkreasi dan inovatif.

            Hendaklah para pemuda dari setiap pergerakannya menghasilkan keluaran yang baik tanpa mencemari segala hasil perkembangan zaman di era millennial. Memberi kontribusi positif disetiap lingkungannya dan menjadi teladan bagi pemuda lainnya untuk mengangkat sebuah pergerakan. Menjadi pemuda yang produktif dalam berkarya dan mengurangi sifat konsumtif terhadap pacu teknologi dan menyatakan sikap yang jelas terhadap tantangan zaman untuk sebuah transformasi modern yang bermanfaat untuk kemajuan berikutnya.”Mari Berkarya”