Peran GMKI dalam Merawat Literasi Resfleksi dan Harapan 10 Tahun GMKI Kefamenanu

Oleh: Kabid PKK GMKI Kefamenanu MB 2021-2023, Bung Defri Sae.
Oleh: Kabid PKK GMKI Kefamenanu MB 2021-2023, Bung Defri Sae.

Upaya untuk mewujudkan tujuan utama hadirnya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di bangsa ini tidaklah mudah, dinamika dan eksistensi pasang surut menjadi sebuah paket yang tentunya dialami di setiap cabang-cabang GMKI. Sebagai organisasi leader, GMKI merumuskan kurikulum belajar bagi kader-kader dan dituntut untuk mengintegrasikan pola belajar tersebut dalam program-program dan aktivitas umum organisasi. Usia GMKI yang hampir mendekati satu abad sudah mengalami transformasi kurikulum belajar sebanyak tiga kali, artinya dengan perkembangan zaman dan tuntutan mahasiswa yang melebur dalam organisasi ini dihadapkan dengan kebutuhan yang berbeda, baik secara parsial maupun simultan.

 

Sistem atau kurikulum belajar GMKI yang dijalankan saat ini yakni Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader (PDSPK) GMKI 2006, pola dasar ini memiliki fleksibilitas untuk melakukan adaptasi sesuai dengan keunikan organisasi, peta perkembangan kebutuhan kader, dan laju perkembangan medan pelayanan. Perumusan PDSPK ini tentu mempertimbangkan aspek-aspek penting dalam kehidupan organisasi yang meliputi visi dan misi GMKI, permasalahan dan dinamika internal organisasi, kecenderungan kondisi eksternal, nilai dan prinsip, serta aspek teologis sebagai dasar panggilan dan pelayanan GMKI.

Tinjauan konstitusi yang memuat tentang visi dan misi, yakni visi organisasi ini adalah terwujudnya perdamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan, dan demokrasi di Indonesia berdasarkan kasih. Misi organisasi ini adalah: 1). Mengajak mahasiswa dan warga perguruan tinggi lainnya kepada pengenalan akan Yesus Kristus selaku Tuhan dan Penebus dan memperdalam iman dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari; 2). Membina kesadaran selaku warga gereja yang esa di tengah-tengah mahasiswa dan perguruan tinggi dalam kesaksian memperbaharui masyarakat, manusia dan gereja; dan 3). Mempersiapkan pemimpin dan penggerak yang ahli dan bertanggung jawab dengan menjalankan panggilan di tengah-tengah masyarakat, negara, gereja, perguruan tinggi dan mahasiswa, dan menjadi sarana bagi terwujudnya kesejahteraan, perdamaian, keadilan, kebenaran, dan cinta kasih di tengah-tengah manusia dan alam semesta.

Perlu diketahui bahwa perumusan visi misi di atas merupakan kajian yang abstrak namun representative sesuai kontek gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat. visi misi ini bukan menjadi pergumulan semasa berorganisasi, jauh dari itu adalah pergumulan pasca ber-GMKI atau sepanjang hayat. Tentunya pembahasan ini sangatlah luas, sadari akan hal itu, penulis sebagai salah satu kader yang aktif di GMKI Cabang Kefamenanu akan mengulas tentang salah satu tugas kecil yang berdampak besar dalam pelayanan yakni berintegritas dalam mempertahankan dan meningkatkan budaya literasi.

Secara historis, GMKI Kefamenanu berdiri di tahan Biinmafo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sajak 18 Desember 2011, melalui perjalan caretaker selama satu tahun dan hari ini GMKI Kefamenanu telah berusia kanak-kanak yaitu sepuluh tahun. Sejarah mencatat pergerakan ini bermula dari nol, sebuah embrio yang lahir dari rahim TTU dengan kekhasan sosial, kultur, politik, agama, dan lain sebagainya. Keunikan GMKI Cabang Kefamenanu tidak serta merta bias dari muatan-muatan atau kajian PDSPK GMKI 2006. Salah satu tugas mulia adalah meleburkan pola dan sistem belajar melalui kurikulum GMKI yakni merawat dan meningkatkan budaya literasi di Kabupaten ini secara umum, khususnya bagi kader-kader GMKI Cabang Kefamenanu.

Meningkatkan semangat berliterasi bagi kalangan mahasiswa secara umum dan khususnya anggota GMKI sendiri bukannya perkara kecil, berbagai usaha telah dicatat dan dilihat hari ini melalui para senior atau peletak fondasi. Literasi sebagai pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu menjadi tugas moril yang ditanamkan di GMKI Cabang Kefamenanu. Dilihat dari KBBI literasi meliputi literasi baca tulis, literasi digital, literasi finansial, literasi gizi, literasi informasi, literasi internet, literasi jaringan, literasi keuangan, literasi computer, literasi media, literasi numerasi, literasi perpustakaan, literasi sains, literasi siber, literasi teknologi, dan literasi visual. Literasi ini diusahakan dan dijalankan melalui fungsi dan tugas struktural yang diterjemahkan dalam program kerja dan aktivitas-aktivitas informal lainnya, hal ini sangat diperlukan oleh GMKI Kefamenanu yang bercirikan kemahasiswaan, kekristenan, dan keindonesiaan, salah satu beban sosial sebagai mahasiswa adalah agen of change, sebuah kepatuhan untuk menjalankan Amanah tersebut.

Menurut Elvier Christanty (Gaharu 2022), bahwa visi dan misi dari Mentri Pendidikan Indonesia Nadiem Makarim, tentang “memerdekakan belajar”, “guru merdeka” adalah kemerdekaan belajar yang terinspirasi dari prinsip KI Hadjar Dewantara itu perlu diperlengkapi agen pendidikan seperti guru yang berkompeten serta komunitas guru penggerak yang diperhatikan serta menjadi pemberdayaan atau mengkaderkan guru berikutnya ke tahap professional dan setara untuk menjadi pendidik penggerak bagi guru lain. Refleksi bagi GMKI Kefamenanu dalam usia kanak-kanak untuk mempersiapakan kader yang nantinya terjun menjadi guru pasca-mahasiswa dan solusi yang ditawarkan adalah penguatan kapasitas berliterasi.

Kader GMKI Kefamenanu dituntut untuk memiliki Multiple Intelligensi, seperti yang dikemukakan oleh Howard Gardner (Gaharu, 2022) salah satu guru dan peneliti Harvard sejak pada tahun 1983 membagi kecerdasan dalam 7 kecerdasan, antara lain: kecerdasan bahasa, kecerdasan mathematic, kecerdasan musik, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intra personal, kecerdasan naturalis. kecerdasan spasial ruang serta, serta kecerdasan eksistensial. Menghadapi era digitalisasi, secara sederhanaya kita dituntut memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang maksimal dalam mengelola tuntutan-tuntutan dalam ranah yang berbeda-beda, tentunya berbekal spesifikasi ilmu pengetahuan di dunia kampus dan muatan belajar dari GMKI yakni kognitif (pengetahuan), psikomotorik (ketrampilan), dan afektif (sikap)  

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.